Selasa, 20 Januari 2009

HATI-HATI DENGAN SELF MEDICATION

Mungkin anda pernah melakukan pengobatan sendiri atau lebih dikenal sebagai self medication? Rasanya hampir semua orang pernah melakukan hal itu……ada berbagai alasan kenapa orang melakukan tindakan self medication, diantaranya malas untuk berobat ke dokter karena alasan kesibukan, menganggap penyakit yang dirasakan hanya penyakit ringan, atau mungkin karena tidak punya biaya untuk pergi ke dokter

Untuk penyakit ringan yang memang baru kita rasakan, boleh-boleh saja melakukan self medication, hanya untuk sekedar menghilangkan gejala, misalnya suhu badan kita diatas normal, merasa gak enak badan, pusing, sakit kepala, maka kita putuskan untuk menggunakan obat yang bersifat analgetik (penghilang nyeri) atau antipiretik (penurun demam). Apalagi obat bebas atau obat bebas terbatas yang secara peraturan dapat diperoleh tanpa resep dokter, sangat mudah kita dapatkan di apotek.
Tetapi anda tetap harus waspada, jangan sampai sedikit-sedikit anda menganggap ringan penyakit. Karena boleh jadi, penyakit yang anda anggap ringan tapi terjadinya berulang-ulang merupakan indikasi dari suatu penyakit berat.

Yang harus anda tahu bahwa sebenarnya obat adalah racun jika dikonsumsi pada kondisi yang tidak tepat. Setiap obat memiliki efek samping, sehingga berhati-hatilah ketika anda menggunakan obat yang anda beli sendiri. Lihatlah secara seksama petunjuk penggunaan, indikasi, kontra indikasi, efek samping atau interaksi obat yang biasanya tercantum dalam label kemasan obat .

Jika anda menggunakan obat bebas secara terus menerus setiap anda merasakan gejala sakit, maka efek samping tersebut boleh jadi muncul dalam waktu tertentu. Terjadi akumulasi senyawa yang nantinya dapat membahayakan.

Obat-obat analgetik (penghilang rasa sakit) seperti asetosal, asam mefenamat, kalium diklofenak, piroxicam memberikan efek samping berupa iritasi pada lambung. Sehingga anda harus berhati-hati, karena anda bisa mengalami penyakit gangguan lambung, gara-gara sering mengkonsumsi obat-obat tersebut, apalagi jika anda pasien penderita gangguan lambung, efek samping obat ini akan memperparah penyakit lambung anda.



[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 07 Januari 2009

BOLEHKAH MENGGUNAKAN OBAT TRADISIONAL BERSAMAAN DENGAN OBAT KIMIA?

Pertanyaan seperti ini boleh jadi pernah terbesit dalam fikiran anda. Kenapa? Karena mungkin anda menganggap bahwa obat tradisional itu aman, bahkan ada yang beranggapan bahwa obat tradisional tidak memberi efek samping, padahal obat tradisional pun mengandung senyawa aktif yang dapat memberikan efek farmakologi.

Dari beberapa penelitian menunjukkan, beberapa bahan herbal memberikan interaksi yang merugikan antara obat tradisional dengan obat kimia. Berikut ini beberapa contoh bahan herbal yang dapat menimbulkan interaksi jika dikombinasi dengan obat kimia:

1.Ginkgo biloba
Interaksi antara ginkgo biloba (yang berfungsi untuk menghambat faktor pengaktifan platelet) dengan obat yang memiliki efek sebagai antikoagulan atau antiplatelet, seperti aspirin dapat memperhebat terjadinya pendarahan.

2.Echinaceae
Echinacea biasanya diindikasikan untuk meningkatkan imunitas. Penggunaan echinaceae bersama dengan ketoconzaole (anti jamur), isoniazid (untuk mengobati penyakit TBC) dapat menyebabkan liver toxicity

3.Caffeine
Penggunaan obat kimia yang mengandung caffeine dengan obat tradisional yang mengandung ginseng dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal, serta menyebabkan insomnia

4.Ginseng
Berdasarkan penelitian, penggunaan ginseng bersama Coumadin dapat menyebabkan pendarahan.
Ginseng yang digunakan bersamaan dengan warfarin dapat menurunkan efek antikoagulan dari warfarin akibatnya proses pendarahan dapat tetap terjadi.

5.Allium sativum (bawang putih)
Penggunaan Allium sativum bersama dengan warfarin juga dapat menyebakan proses pendarahan tetap terjadi.

Jika obat tradisional tidak berinteraksi merugikan dengan obat kimia, maka boleh saja kita menggunakan obat tradisional sebagai pendukung pengobatan, tapi harus hati-hati dan dihindari jika ternyata obat tradisional itu memberikan efek merugikan.
Tapi obat yang interaksinya merugikan bisa saja digunakan, asal diatur waktu penggunaannya, misalnya digunakan secara terpisah dengan selang waktu kurang lebih 2 jam. Tetapi jika anda akan melakukan hal ini, maka harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan, jangan sembarangan mengkonsumsi tanpa dilandasi pengetahuan.
Sebagai konsumen, kitapun harus rajin membaca brosur secara teliti. Beberapa informasi interaksi obat bahan alam dan obat kimiawi yang dapat dijadikan acuan, dapat dilihat pada Buku Informatorium Suplemen Makanan Indonesia, yang telah selesai disusun oleh Badan POM

Referensi
1.www.pom.go.id

2.WHO Drug Information, 18 (2), 2004, hlm 120-121

3.Yuan, Chun-Su, Wei G, et.al. Brief Communication: American Ginseng Reduces
Warfarin’s Effect in Healthy Patients, Annals of Internal Medicine 2004 July 6, 141 (1), 23-27. Fugh-Berman A, Herb-drug interaction (Abstract), Lancet 2000 Jan 8; 355 (9198): 134-8

4.www.holisticonline.com

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 25 Desember 2008

RACUN DALAM BIJI BUAH-BUAHAN

Ketika anda memakan buah-buahan yang berbiji, apakah secara tak sengaja anda pernah memakan bijinya ?….tentunya buah-buahan yang berbji kecil, bukan biji yang gede kaya biji durian……Anda perlu waspada dengan biji tersebut, karena biji itu ternyata mengandung racun…..tapi biji pada buah apakah yang mengandung racun?

Beberapa biji buah-buahan mengandung racun glikosida sianogenik, contohnya biji pada buah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach.
Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun.
Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu, diantaranya: penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian.
Dosis letal (mematikan) dari sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg/Kg berat badan.

Jadi, waspadalah terhadap biji buah-buahan yang mengandung racun tersebut, jangan lupa untuk membuang bijinya sebelum memakan dagingnya……..

Referensi:
www.bpom.go.id



[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 21 Desember 2008

LINGKARAN BERWARNA PADA KEMASAN OBAT


Anda mungkin pernah memperhatikan lingkaran berwarna pada kemasan produk obat. Ada lingkaran warna hijau, biru dan merah dengan huruf K ditengah, Tahukah anda apa maksud dari lambang tersebut?

Lingkaran berwarna tersebut merupakan suatu metode penggolongan obat, maksudnya untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan dan pengamanan lalu lintas obat dengan membedakan nya atas narkotika, psikotropika, obat keras, obat bebas terbatas dan obat bebas

Lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam, menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat bebas.

Lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam,menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat bebas terbatas

Lingkaran berwarna merah dengan huruf “K” dibagian tengah dan garis tepi berwarna hitam, menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras
Obat dengan golongan obat keras ini, harus diperoleh melalui resep dokter

Untuk obat bebas atau obat bebas terbatas, dapat diserahkan tanpa resep dokter, tetapi harus memenuhi kriteria sbb:
1.Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak dibawah 2 tahun dan orang tua diatas 65 tahun

2.Pengobatan sendiri dengan obat dimaksudkan tidak memberikan resiko pada kelanjutan penyakit

3.Penggunaannya tidak memerlukan cara/alat khusus yang harus dilakukan pada tenaga kesehatan

4.Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia

5.Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggung jawabkan untuk pengobatan sendiri

Referensi:Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Obat, hlm 17, 204



[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 12 Desember 2008

CARA MENGHINDARI OBAT PALSU

Beredarnya obat palsu merupakan hal yang sangat membahayakan dan merugikan. Berbahaya, karena kandungannya tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam label claim kemasan, contoh: obat palsu tersebut hanya berisi plasebo saja tanpa zat aktif.

Jika obat yang dipalsukan adalah obat yang ditujukan untuk penyakit-penyakit berat, seperti darah tinggi, jantung, diabetes dan penyakit berat lainnya, maka bukan tidak mungkin penyakit pasien malah bertambah parah, karena pasien seolah-olah meminum obat “yang benar” padahal obat yang diminumnya itu tidak mengandung zat aktif sama sekali.

Beredarnya obat palsu sangat merugikan produsen obat yang asli dan tentunya juga merugikan konsumen. Biasanya obat-obat yang dipalsukan adalah obat-obat yang laku di pasaran.

Definisi obat palsu
Sebenarnya, apa sih yang disebut obat palsu. Berdasarkan surat keputusan Menkes No.: 245/Menkes/SK/V/1990, Bab I, Pasal 1, yang disebut obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat yang tidak terdaftar dan obat yang kadar zat berkhasiatnya menyimpang lebih dari 20% dari batas kadar yang ditetapkan.

Cara menghindari obat palsu
Sebagai konsumen, maka sudah selayaknya kita lebih berhati-hati terhadap obat yang kita beli. Untuk mengetahui apakah obat yang kita minum palsu atau tidak, secara akurat dapat dibuktikan melalui pengujian di laboratorium, tetapi bagi masyarakat, tentunya hal ini sulit dilaksanakan, maka yang lebih memungkinkan agar masyarakat terhindar dari obat palsu adalah dengan cara sbb:

1. Belilah obat di sarana kesehatan yang secara jelas memang legal, yaitu apotek
Penanggung jawab apotek adalah seorang apoteker, yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan mendistribusikan obat yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya. Tugas apoteker tersebut dicantumkan dalam Permenkes No.: 922/Menkes/PER/X/1993.
Jika kita membeli obat di tempat-tempat yang illegal, maka tidak ada jaminan tentang mutu dan keabsahan dari obat yang kita beli.

2. Perhatikan keutuhan dan kebersihan kemasan
Dalam suatu acara investigasi di salah satu televisi swasta, ditunjukkan modus pemalsuan obat, diantaranya adalah dengan cara mengumpulkan obat-obat yang sudah kadaluarsa, dan yang lebih parah lagi, pemalsu tersebut mengumpulkan obat-obat yang sudah di buang di tempat sampah, kemudian dibersihkan, dan penandaanya seperti tanggal kadaluarsa dihapus lalu diganti. Maka, agar terhindar dari obat palsu, sudah semestinya kita harus lebih teliti lagi dalam mengamati keutuhan dan kebersihan kemasannya, dan untuk membantu peredaran obat palsu, jika ada sisa obat di rumah yang sudah tidak terpakai lagi, jangan di buang dengan kemasan utuhnya, tapi kemasannya di rusak dan obatnya dihancurkan

3. Perhatikan penandaan pada kemasan, yaitu penandaan no.batch, tgl daluarsa, tgl. Produksi, serta nomor registrasi.
Seperti yang disebutkan di no.2, bahwa pemalsu bisa menghapus penandaan yang tercantum di kemasan.Jadi, perhatikan apakah ada bekas hapusan di area penandaan pada kemasan obat yang anda beli.

4. Perhatikan harga obat
Jika harga obat jauh lebih murah dari harga obat yang biasanya untuk produk tersebut, misal sampai berbeda 10%, maka kita patut untuk waspada

5. Jika anda merasa ragu akan obat yang anda beli, anda bisa menanyakannya langsung ke apoteker sambil membawa sampel obat yang diragukan tersebut, untuk menindaklanjuti keraguan anda. Apoteker tersebut akan membantu anda untuk menanyakan langsung pada produsen obat tersebut. Karena ada beberapa kemasan yang di desain sedemikian rupa untuk mencegah adanya pemalsuan, seperti dengan mencantumkan security letter pada kemasan, dimana hanya produsen obat tersebutlah yang mengetahui letak dan desain security letter yang di buat. Cara lain adalah dengan menggunakan hologram dan kode-kode tertentu yang terdapat di dalam kemasan

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 24 November 2008

MENGATASI RADANG TENGGOROKAN

Anda pernah menderita radang tenggorokan? Kalau pernah, tentunya anda tahu bagaimana rasanya. Kalau sudah terkena penyakit ini, biasanya makan jadi gak enak, dan jadi “gak enak” badan. Sebenarnya apa sih radang tenggorokan itu, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya?

Definisi
Radang tenggorokan atau faringitis adalah penyakit peradangan yang menyerang tenggorokan atau faring.

Penyebab

Radang ini bisa disebabkan oleh :
1.Virus coxsackie
2.Bakteri golongan Streptococcus. Ciri jika terinfeksi bakteri streptococcus diantaranya nyeri saat menelan, adanya bintik putih, muntah, adanya nanah pada kelenjar amandel disertai pembesaran kelenjar amandel
Daya tahan tubuh yang melemah dapat memudahkan anda terinfeksi mikroorganisme.

Penyebaran
Bakteri golongan Streptococcus, cenderung senang berada dalam hidung dan tenggorokan anda, sehingga ketika anda batuk, ngorok ketika tidur, atau bersalaman dengan orang lain, akan memudahkan penyebaran infeksi ke orang lain. Karenanya sangat penting untuk memperhatikan hygiene, seperti sering cuci tangan

Gejala
Radang tenggorokan ada yang akut dan kronis
Gejala dari radang tenggorokan akut (masih baru) diantaranya gejala nyeri tenggorok, kadang-kadang disertai demam dan batuk. Sedangkan gejala radang tenggorokan yang sudah kronis (sudah berlangsung dalam waktu yang lama), biasanya tidak disertai nyeri menelan, tetapi terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.

Diagnosis
Untuk mengetahui apakah radang tenggorokan disebabkan virus atau bakteri, maka perlu pemeriksaan kultur di laboratorium, hal ini penting untuk menentukan tindakan pengobatan yang tepat. Pengujiannya hanya memerlukan waktu 10- 20 menit, jika hasil uji negative, anda dapat melanjutkan pengujian yang memerlukan waktu 24- 48 jam untuk mengkonfirmasi hasil uji tersebut. Jika hasil uji tetap negative, berate anda tidak mengalami radang tenggorokan tetapi kemungkinan terkena infeksi lain.

Pengobatan
1.Banyak minum air putih hangat

2.Berkumur dengan air garam hangat

3.Banyak makan buah-buahan

4.Istirahat yang cukup

5.Hindari minuman, seperti jus jeruk atau minuman/makanan lainnya yang bersifat asam yang dapat mengiritasi tenggorokan anda

6.Hindari rokok/asap rokok/ minuman beralkohol

7.Hindari konsumsi makanan yang berminyak/berlemak

8.Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila anda terinfeksi oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan contohnya amoxicillin, tetapi jika anda alergi terhadap amoxicillin, dapat digunakan antibiotik lain. Biasanya dokter meresepkan antibiotik untuk 5 hari. Habiskan antibiotik, walaupun setelah 4 hari anda merasa baikan, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi dari bakteri.

9.Jika penyebabnya virus, maka tidak dapat diobati dengan antibiotik. Anda hanya akan diberi obat yang bersifat menghilangkan gejala, seperti menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit dengan menggunakan antipiretik (penurun demam) atau analgesic (penghilang rasa nyeri).

Pencegahan
Untuk menghindari penyebaran penyakit ini di lingkungan keluarga anda, pastikan anggota keluarga anda yang sedang sakit radang tenggorokan menggunakan peralatan makan dan minumnya sendiri, (jangan menggunakan bareng anggota keluarga yang lain), pastikan juga handuk, lap terpisah dari anggota keluarga yang lain.
Biasakan ketika bersin/batuk untuk menutup mulut.

Referensi: dari berbagai sumber


[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 11 November 2008

MENGATASI SARIAWAN

Ketika anda menderita sariawan, anda akan mengalami ketidaknyamanan dan kehilangan kenikmatan.
Ada ketidaknyamanan pada saat berbicara, sehingga yang biasanya cerewet, tiba-tiba berubah jadi pendiam, yang biasa ceria menebar senyum kemana-mana, tiba-tiba berubah jadi “nyengir” atau malah cembetut melulu………yang biasanya jago makan, tiba-tiba semua makanan yang enak-enak berubah menjadi tidak enak, karena kalau udah nyampe mulut dan bersentuhan dengan luka sariawan, rasanya bakalan nyut-nyutan….apalagi kalau makananannya terasa asam, pedas atau asin, wah nyerinya bakalan makin mantap…..
Nah, supaya bisa mengurangi penderitaan anda seperti diatas, ada baiknya anda memahami tentang penyakit ini, gimana cara mencegah dan mengatasinya ………


Apa itu sariawan?
Sariawan atau bahasa medisnya disebut stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung.

Penyebab sariawan
Sariawan merupakan penyakit yang sifatnya self limiting artinya akan sembuh dengan sendirinya (umumnya dalam waktu 7-14 hari). Beberapa ahli menyebutkan, bahwa penyebab pasti dari sariawan itu sendiri belum diketahui secara pasti, tapi dari beberapa literatur, disebutkan ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan sariawan, diantaranya:

1.Trauma mekanis
Trauma mekanis dapat disebabkan oleh:
•Tergigit pada bagian dinding pipi, bibir bagian dalam atau lidah
•Sikat gigi yang “nyungsep” (gara-gara ngelamun saat sikat gigi) akhirnya melukai gusi
•Pengaruh gigi palsu
•Pengaruh kawat gigi

2.Kekurangan vitamin C, Vitamin B12 dan zat besi

3.Infeksi bakteri/ virus

4.Kondisi tubuh tidak fit
Ketika pertahanan tubuh menurun, maka akan rentan sekali terinfeksi oleh bakteri/ virus tersebut

5.Reaksi obat tertentu

6.Mengkonsumsi makanan/ minuman panas

7.Alergi
Individu tertentu dapat mengalami alergi terhadap makanan tertentu, karena makanan tersebut dapat menstimulasi terjadinya sariawan, seperti keju, coklat, kopi, kacang-kacangan, kentang, tomat

8.Kelainan pencernaan

9.Kurang menjaga kebersihan mulut

10.Faktor psikologi (stress)

11.Ketidakseimbangan hormone (pada wanita yang mengikuti siklus menstruasi)

Cara mencegah sariawan
Setelah mengetahui penyebab sariawan, maka anda pun dapat berusaha mempertahankan diri agar tidak terkena penyakit sariawan, diantaranya dengan cara:

1.Sering gosok gigi, agar kebersihan mulut senantiasa dapat terjaga
Kalau jarang membersihkan mulut, maka resiko terinfeksi oleh bakteri/ virus bisa lebih tinggi

2.Banyak minum, agar mulut lebih sering terbilas air, sehingga dapat meminimalkan kotoran yang bersarang di gigi/ mulut

3.Kumur-kumur dengan antiseptik, seperti air rebusan daun sirih atau produk-produk obat kumur yang mudah kita jumpai di apotek atau supermarker. Tapi jangan keseringan juga, karena bisa membuat mikroorganisme menjadi resisten

4.Tingkatkan daya tahan tubuh, dengan cara istirahat yang cukup, olah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi

5.Menghindari stress

Cara mengatasi sariawan
Pengobatan sariawan bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi sariawan:

1.Berkumur dengan air garam hangat.

2.Berkumur dengan mouth wash yang mengandung thymol glyserin untuk mengurangi rasa tidak nyaman, atau berkumur dengan antiseptik yang mengandung chlorhexidine atau povidone-iodine

3.Perlindungan mekanis dengan sediaan berbentuk pasta atau serbuk yang mengandung carmellose sodium, atau sediaan berbentuk gel yang mengandung triamsinolon asetonida 0,1% (anda dapat membelinya di apotek dengan nama dagang Kenalog®). Obat tersebut di oleskan di bagian luka.

4.Untuk mengurangi rasa sakit dapat digunakan analgetik seperti salisilat, yang berfungsi untuk mengatasi iritasi dan luka lokal

Referensi:
Martindale, the complete drug reference
www.med.ucla.edu
Wikipedia


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 22 Oktober 2008

MINUMAN KERAS, KEBUTAAN HINGGA KEMATIAN

Kasus tewasnya belasan orang di Indramayu akibat menegak minuman keras beberapa waktu yang lalu, seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah dan juga masyarakat akan bahayanya minuman ini. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu, tetapi kalau di Indonesia yang penduduknya mayooritas beragama Islam, ternyata penggunaan miras seolah tidak mengenal batas usia, remaja saja sudah ada yang mengkonsumsinya, ya mungkin karena penegakkan hukum di Negara kita belum dijalankan dengan baik.

Bahaya minuman keras
Dalam proses fermentasi pembuatan minuman keras, akan dihasilkan metanol, etanol, etilkarbamat/uretan. Zat yang disebut terakhir ini bersifat karsinogen/ dapat berpotensi menimbulkan kanker. Jika fermentasi berlebihan akan dihasilkan asam laktat

Minuman beralkohol yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Alkohol bersifat adiktif (menimbulkan ketagihan), orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Keracunan metanol
Keracunan metanol disebabkan karena adanya proses oksidasi metanol di dalam organisme menjadi formaldehid dan asam format. Asam format ini sulit di ekskresikan keluar dari tubuh, akibatnya terjadilah asidosis parah (penurunan pH dibawah 7.37).
Adanya penurunan asam atau basa yang hebat dalam darah, menyebabkan sistem pengatur tubuh (sistem dapar darah, respirasi, fungsi ginjal) tidak lagi mampu mengatur pH darah supaya tetap pada nilai pH normal yaitu 7,4. Penurunan pH dibawah 7,20 akan mengakibatkan turunnya volume menit jantung, gangguan ritmus jantung, hipotensi (sampai terjadi syok), gangguan kesadaran dan akhirnya koma

Gejala keracunan pertama akan terlihat setelah periode laten beberapa jam, tanda-tandanya adalah: keluhan sakit kepala, pusing, mual, muntah, gangguan penglihatan menyusul kemudian tidak sadar, dan jika tidak cepat ditangani akan berujung pada kematian. Kalaupun pasien dapat diselamatkan nyawanya, boleh jadi akan mengalami kebutaan, karena telah terjadi kerusakan pada saraf penglihatan (atrofi opticus).

Keracunan etanol
Sekitar 20% etanol akan diabsorpsi di dalam lambung dan sekitar 80% di dalam usus halus bagian proksimal. Distribusi terjadi keseluruh tubuh dan terutama masuk ke cairan tubuh. Sekitar 90% dari jumlah yang diabsorpsi akan mengalami biotransformasi dan hanya sekitar 10% diekskresi dalam bentuk semula.
Di dalam organisme, etanol akan mengalami dehidrogenasi menjadi asetaldehid dengan bantuan enzim alkoholdehidrogenase. Asetaldehid kemudian akan dioksidasi lebih lanjut menjadi asam asetat. Asetaldehid yang tertimbun dalam darah dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, muntah, rasa takut, jantung berdebar dan penurunan tekanan darah.

Keracunan akut alkohol dibedakan menjadi 3 stadium, yaitu eksitasi, toleransi dan asfiksia. Manifestasi terjadinya keracunan alkohol dapat berupa gangguan sistem saraf pusat, berkurangnya kemampuan kerja otot, dilatasi pembuluh darah kulit karena adanya hambatan di pusat vasomotor dan sebagian kerjanya diakibatkan kerja langsung pada otot pembuluh. Etanol dalam konsentrasi rendah (sekitar 10 g/100 mL) akan menaikkan produksi asam klorida dalam lambung, sedangkan dalam konsentrasi tinggi (≥ 20 g/ 100 mL) sebaliknya. Minuman dengan kadar alkohol ≥ 40% akan menyebabkan gastritis




[+/-] Selengkapnya...