Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, khususnya air minum Tetapi ketersediaan air minum yang memenuhi syarat semakin sulit dipenuhi, terlebih lagi daerah-daerah resapan air yang telah dirubah menjadi pemukiman penduduk, limbah-limbah industri yang mencemari sungai-sungai, semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan air yang layak untuk di minum.
Definisi air minum
Di dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan bahwa air Minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum.
Persyaratan air minum
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, tetapi terdapat resiko kalau air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, tetapi banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air.
Jadi, air yang akan digunakan untuk air minum tidak bisa sembarang air, misalnya di rumah anda, sumber air berasal dari air tanah, yang diambil dengan menggunakan jetpump, meskipun secara kasat mata tampak jernih, tetapi belum tentu memenuhi syarat, karena kondisi lingkungan disekitarnya akan sangat menentukan kualitas air tersebut. Untuk memastikan apakah air tanah yang ada di rumah anda memenuhi syarat untuk di minum atau tidak, sebaiknya anda membawa sampel air tersebut ke laboratorium pengujian seperti Sucofindo, atau lab-lab swasta lain yang banyak menjual jasa untuk pemeriksaan air, tapi cek juga, apakah lab yang akan anda gunakan sudah terakreditasi atau belum. Ini untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. Jika lab-nya sudah terakreditasi, maka validitas hasil pengujian tentunya lebih terpercaya.
Syarat air minum tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002.. Persyaratan kualitas air minum meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, dan fisik. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung logam berat dan bakteri patogen seperti E. Coli.. Untuk lebih detil mengetahui rincian syarat air minum, anda dapat melihatnya dalam Kepmenkes tersebut.
Syarat tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna
Artinya jika air yang akan anda gunakan memiliki bau, rasa atau warna, berarti air tersebut telah tercemar.
Syarat tidak mengandung logam berat
Ion logam berat dapat mendenaturasi protein, disamping itu logam berat dapat bereaksi dengan gugus fungsi lainnya dalam biomolekul. Karena sebagian akan tertimbun di berbagai organ terutama saluran cerna, hati dan ginjal, maka organ-organ inilah yang terutama dirusak
Syarat tidak mengandung bakteri patogen
Bakteri patogen yang tercantum dalam Kepmenkes yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella. Bakteri patogen tersebut dapat membentuk toksin (racun) setelah periode laten yang singkat yaitu beberpa jam, dapat menyebabkan muntaber
Jumat, 17 Oktober 2008
SEPERTI APAKAH AIR LAYAK MINUM
Sabtu, 11 Oktober 2008
PENANGANAN PENYAKIT INFLUENZA
Mungkin setiap orang pernah mengalami diserang virus influenza. Penyakit ini begitu umum dan telah lama dikenal, umumnya masyarakat menyebutnya penyakit flu. Berat ringannya penyakit ini tergantung pada daya tahan tubuh seseorang.
Jenis virus influenza
Virus influenza ada 3 tipe, yaitu tipe A, B dan C. virus tipe A dan beberapa virus tipe B dapat merubah konfigurasi genetiknya, akibatnya timbul strain baru padahal boleh jadi manusia belum memiliki imunitas terhadap strain baru tersebut.
Gejala Penyakit flu
Para penderita flu, biasanya akan merasakan gangguan pada selaput lendir, seperti hidung mampat, bersin-bersin, batuk.
Penanganan Flu
Penanganan penyakit flu dapat dilakukan tanpa atau dengan obat.
Penanganan tanpa obat
Penyakit flu merupakan penyakit yang self-limiting, artinya jika tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, biasanya setelah 4-7 hari akan sembuh sendiri, sehingga agar lebih ringan menghadapi penyakit ini, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan:
1.Beristirahat dengan cukup selama 2-3 hari
2.Hindari kegiatan fisik secara berlebihan
3.Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
4.Konsumsi buah-buahan segar untuk mendapatkan banyak vitamin
5.Minum air yang banyak, agar rasa kering di tenggorokkan dapat diminimalkan. dan untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan dapat dilakukan dengan cara berkumur-kumur dengan air garam
Penanganan dengan obat
Yang sering dilakukan oleh masyarakat, ketika dia terkena flu, adalah dengan mengkonsumsi antibiotik, seperti amoxicillin. Sebenarnya penggunaan antibiotik seperti amoxicillin untuk menangani virus influenza adalah tidak tepat, karena amoxicillin diindikasikan untuk infeksi karena bakteri.
Penggunaan obat flu, sebenarnya untuk menghilangkan symptom (gejalanya), bukan untuk “memberantas” virus influenza itu sendiri, sehingga jika setelah 3 hari tidak kunjung sembuh, segera perksakan ke dokter. Umumnya obat-obat flu adalah obat yang dikategorikan sebagai obat bebas atau obat bebas terbatas, yaitu obat-obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Kalau antibiotik, tergolong obat keras, sehingga penggunaaannya harus didasarkan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat malah akan merugikan, karena akan menimbulkan resistensi terhadap mikroorganisme tertentu.
Obat flu yang beredar di pasaran, pada umumnya merupakan kombinasi antara berbagai zat aktif dengan efek sebagai berikut:
1.Penurun demam (antipiretik) seperti parasetamol
2.Mengurangi hidung tersumbat (dekongestan), seperti PPA HCl, Pseudoefedrin
3.Antihistamin, berfungsi untuk mencegah pelepasan mediator yang dilepas pada saat terjadi alergi, contohnya CTM (chlorfeniramine maleate), dexchlorfeniramin maleate. Umumnya golongan antihistamin Ini memberikan efek samping mengantuk, tapi efek samping ini bermanfaat, karena dapat membantu penderita flu untuk beristirahat lebih baik. Ada juga antihistamin yang tidak memberikan efek samping mengantuk.
4.Ekspektoran, yaitu senyawa yang dapat membantu untuk mempermudah pengeluaran dahak. Ekspektoran sendiri dibagi menjadi 3, yaitu
a)Sekretolitika (untuk meningkatkan pengeluaran lendir), contohnya Radix ipecacuanhae, ammonium klorida, oleum eucalypti
b)Mukolitika (mengubah sifat fisiko kimia sekret, terutama dengan menurunkan kekentalan lendir), contohnya bromheksin
c)sekremotorika ( menyebabkan gerakan sekret dan batuk untuk mengeluarkan sekret tersebut), contohnya golongan β-simpatomimetika
5.Antitusiva (menghentikan rangsang batuk, menurunkan frekuensi dan intensitas dorongan batuk dengan cara menekan refleks batuk karena adanya penghambatan pusat batuk dalam batang otak dan atau melalui blokade reseptor batuk dalam saluran bronkus. Obat ini hanya digunakan pada rangsang batuk kering, contohnya dekstrometorfan HBr dan difenhidramin HCl
Obat flu mana yang harus dipilih?
Banyak sekali obat flu yang beredar di pasaran, .sehingga terkadang kita pun bingung untuk memilihnya. Obat flu yang harus dipilih adalah obat yang didasarkan pada gejala yang terjadi
Referensi: dari berbagai sumber
Rabu, 08 Oktober 2008
BAGAIMANA CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT?
Obat merupakan bahan kimia yang pastinya memiliki efek samping atau efek lain yang tidak diinginkan. Sehingga untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, maka penggunaan obat harus dilakukan secara tepat. Yang dimaksud tepat disini adalah tepat dosis, tepat cara pakai bahkan tepat waktu.
Tepat dosis
Dosis obat adalah jumlah dan frekuensi obat yang harus diminum/digunakan dalam rentang waktu tertentu. Efek suatu obat bergantung pada konsentrasi pada tempat kerja, sehingga dosis suatu obat adalah suatu hal yang penting diketahui dan diikuti. Jangan karena merasa penyakit anda tidak cepat hilang, maka anda menggunakan obat secara berlebihan, sehingga yang muncul bukannya efek terapi tapi malah efek toksik. Atau jangan pula ketika anda menggunakan antibiotik yang harusnya diminum secara rutin sampai habis (biasanya diberikan untuk waktu 5 hari), tapi karena merasa telah sembuh, penggunaan antibiotiknya tidak dilanjutkan
Tepat cara pakai
Tergantung tempat dan tujuan pemakaian obat, maka obat pun dibuat dalam bentuk sediaan yang bermacam-macam. Berikut ini beberapa contoh bentuk sediaan obat:
1.Tablet kunyah, yaitu sediaan tablet yang dikunyah dulu sebelum ditelan. Tujuan pembuatan tablet kunyah sendiri karena ada beberapa kelebihan, diantaranya memiliki ketersediaan hayati yang baik, meningkatkan disolusi (jumlah zat aktif yang terlarut dan dapat diserap oleh tubuh).
2.Suppositoria, obat digunakan melalui rektal. Untuk zat aktif yang rusak di lambung, maka obat di buat dalam bentuk suppositoria. Obat ini pun mudah digunakan oleh bayi, pasien gangguan mental, manula atau orang-orang yang sulit menelan obat
Dan masih banyak bentuk sediaan obat lainnya yang penggunaannya tertentu sesuai dengan tujuannya.
Tepat waktu
Pada saat anda mendapat resep, terkadang ada obat tertentu yang instruksinya harus diminum pada malam hari, karena memang obat-obat tertentu dapat memberikan efek yang lebh baik jika dikonsumsi pada malam hari. Ada juga yang sebaliknya harus diminum pada pagi hari agar tidak mengganggu masa istirahat dimalam hari, contohnya obat diuretik, pasien yang menggunakan obat jenis ini akan sering merasa ingin buang air kecil.
Berikut ini beberapa panduan tentang bagaimana cara menggunakan obat secara tepat, sehingga dapat memberikan efek terapi yang diinginkan:
1.Baca secara seksama informasi obat pada kemasannya, atau tanyakan kepada apoteker
Anda dapat menggunakan obat secara tepat dengan cara mengikuti informasi yang tertera dalam kemasan obat. Pada obat bebas dan bebas terbatas, informasi lengkap tentang obat itu tercantum dalam kemasan primer (kemasan yang kontak langsung dengan produk), seperti bentuk kemasan strip atau blister. Sedangkan pada obat keras, informasi lengkap tidak dicantumkan pada kemasan primer, tapi tercantum pada kemasan sekundernya, yaitu dalam leaflet atau brosur, karena obat keras memang hanya dapat diperoleh melalui resep dokter, sehingga dokter atau apoteker lah yang seharusnya menjelaskan secara detil tentang penggunaan obat tersebut. Sebagai pasien sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk mengetahui informasi tentang obat yang kita gunakan. Jika pasien merasa belum memahami maksud yang tercantum dalam informasi tersebut, maka pasien memiliki hak untuk meminta informasi obat, anda dapat bertanya secara langsung kepada apoteker, atau kepada Pusat Informasi Obat yang memberikan layanan informasi obat kepada masyarakat luas seperti PIO Nas Badan POM (Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM)
2.Pastikan obat yang akan anda minum adalah benar, karena saya pernah menerima informasi, ada seorang pasien yang salah minum obat karena kemasan obat yang mirip.
3.Pastikan obat yang anda minum belum kadaluarsa
Obat yang sudah kadaluarsa tidak bisa di jamin mutunya bahkan boleh jadi ada hasil urai obat yang justru membahayakan, misalnya zat para-aminofenol yang merupakan hasil urai dari parasetamol (penurun demam) bisa menyebabkan kerusakan hati.
4.Minumlah obat dengan air putih, karena air putih bersifat netral.
Jika anda meminum obat dengan selain air putih, dikhawatirkan ada interaksi yang antara obat dengan zat yang terkandung dalam minuman sehingga dapat mengurangi efektifitas dari obat.
5.Perhatikan tempat penyimpanan obat, jangan biarkan obat terpapar panas/ cahaya matahari langsung, karena hal tersebut dapat menurunkan kualitas obat. Ikutilah petunjuk penyimpanan obat. Umumnya obat di simpan di tempat kering dan sejuk, tapi ada jenis obat tertentu yang harus disimpan di lemari es, seperti obat dalam bentuk suppositoria.
Kamis, 18 September 2008
SEDIAKAN KOTAK OBAT DI RUMAH ANDA
Yang namanya sakit, terkadang tidak pernah mengenal waktu. Sakit bisa menyerang kapan saja. Maka ada baiknya di setiap rumah disediakan kotak obat, khusus untuk pertolongan pertama. Terlebih lagi, jika rumah anda jauh dari sarana apotek atau toko obat.
Keputusan Menkes tentang Obat Wajib Apotik
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri ketika mengalami masalah kesehatan, maka diperlukan sarana yang dapat membantunya melakukan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional. Hal tersebut dapat dicapai melalui penyediaan obat yang dibutuhkan untuk pengobatan sendiri. Menimbang hal ini maka dikeluarkanlah Keputusan Menkes tentang Obat Keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh Apoteker di Apotik, yaitu KepMenKes No.: 347/MenKes/SK/VII/1990.
Apoteker yang melayani pasien yang memerlukan obat yang dimaksud, harus memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien (jadi tidak boleh seenaknya memberikan obat tersebut secara terus menerus tanpa batas), apoteker harus membuat catatan pasien dan obat yang telah diserahkan, serta harus memberikan informasi yang meliputi dosis, aturan pakai, kontra indikasi, efek samping yang perlu diperhatikan. Sebagai pasien anda pun harus aktif bertanya jika ada sesuatu hal yang belum anda pahami.
Dimana anda harus meletakkan kotak obat?
Kotak obat harus diletakkan pada tempat yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak serta dalam keadaan terkunci. Jangan biarkan terjadi kelalaian yang bisa membahayakan anggota keluarga anda. Obat adalah racun jika tidak digunakan pada kondisi yang tepat.
Obat apa saja yang perlu disiapkan
Obat yang perlu disiapkan di rumah anda adalah obat-obat dasar yang sifatnya hanya menghilangkan gejala. Berdasarkan Daftar Obat Wajib Apotik, maka obat-obat yang dapat anda sediakan diantaranya:
1.Golongan antipiretik (obat yang berfungsi untuk penurun demam) dan analgetik (penghilang nyeri). Contoh obat untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, yaitu parasetamol, metampiron, asam mefenamat, ibuprofen
2.Obat alergi
Misalnya anda merasa gatal-gatal karena alergi terhadap udara, alergi makanan. Maka anda dapat menggunakan antialergi seperti dexchlorpheniramine maleate atau sering disebut CTM, atau untuk alergi dan peradangan lokal dapat digunakan obat golongan steroid seperti betametason, deksametason
3.Obat saluran nafas
-Obat asma, diantaranya ketotifen, terbutalin sulfat
-Obat batuk
Untuk pengencer dahak dapat digunakan bromheksin atau ambroxol
4.Obat sariawan dan radang tenggorokan, contohnya hexetidine, vitamin C
5.Obat untuk ganggguan pencernaan
-Obat maag, contohnya antasida
-Obat mual, contohnya metoklopramid HCl
-Obat diare contohnya carbon aktif, oralit
-Obat untuk mengatasi konstipasi (susah buang air besar), contoh bisakodil
-Anti parasit (obat cacing), contoh mebendazol
6.Obat untuk menangani luka, seperti kena setrika, kena cipratan minyak panas
Ketika sedang memasak atau ketika sedang menyetrika secara tidak sengaja kulit kita seringkali terkena cipratan minyak dan panasnya setrika, sehingga kulit pun menjadi melepuh, dan perih. Untuk mengatasinya, dapat digunakan obat yang mengandung campuran ekstrak plasenta 10% dan neomisina sulfat 0.5%, di pasaran dapat diperoleh dengan nama dagang bioplacenton, obat ini berbentuk gel, dan dapat memberikan sensasi dingin, dan kelebihan lainnya, luka kita tidak meninggalkan bekas.
7.Obat memar, contohnya heparinoid atau heparin natrium dengan hialuronidase ester nikotinat
8.Obat anti jamur, untuk infeksi jamur lokal, contohnya mikonazol nitrat, nistatin
9.Obat untuk menangani luka terbuka
Sebaiknya anda menyiapkan antiseptic, seperti alcohol 95%, obat merah, heksaklorofene.
10.Alat kesehatan, contoh plester, perban, kapas, kasa
11.Obat-obat khusus untuk penyakit yang diderita oleh anggota keluarga, seperti asma, hipertensi, jantung, diabetes. Obat-obat untuk penyakit ini tidak boleh digunakan sembarangan, tetapi harus diperoleh berdasarkan resep dokter.
Jangan lupa, setiap anda akan mengkonsumsi obat, baca secara seksama informasi yang ada pada kemasannya, atau anda dapat membeli buku yang judulnya ISO, Informasi Spesialite Obat Indonesia, buku ini memuat banyak informasi tentang obat-obat yang ada di pasaran seperti informasi kandungan zat aktif, indikasi, kontraindikasi, efek samping, dosis, peringatan, perhatian sampai ke harga obat.
Senin, 15 September 2008
CATATAN MEDIS PRIBADI
Ketika anda berobat ke Rumah sakit, anda tentu pernah melihat dokter menulis berbagai macam keluhan yang anda utarakan pada kartu berobatnya. Kartu tersebut akan disimpan, dan jika anda berobat kembali maka kartu tersebut akan digunakan kembali.
Kebiasaan mencatata riwayat penyakit, dapat kita tiru untuk di aplikasikan di rumah. Ketika anda atau anggota keluarga anda, ada yang menderita sakit, maka jangan lupa anda buat catatan medis nya. Anda dapat membuat tabel yang mencantumkan waktu (jam, tanggal, bulan, tahun anda terserang sakit), keluhan/gejala penyakit yang anda rasakan, tindakan yang dilakukan (contohnya dilakukan fisioterapi, melakukan pemeriksaan lab), obat-obat yang diresepkan oleh dokter.
Menurut saya ada beberapa keuntungan ketika kita membuat catatan medis, diantaranya:
1.Dapat mengetahui secara jelas track record penyakit dari masing-masing anggota keluarga. Dari catatan tersebut, kita dapat mengetahui kecenderungan penyakit yang sering dialami. Informasi riwayat penyakit ini, sangat berguna untuk anda informasikan kembali kepada dokter sehingga dokter pun akan lebih mudah untuk menangani keluhan pasien
2.Mengetahui setiap berapa lama sekali kita terserang penyakit. Dengan mengetahui waktu timbulnya penyakit, maka kita pun akan lebih dapat menentukan sikap. Contohnya ada orang yang setiap 6 bulan sekali terserang flu karena terpengaruh kondisi pancaroba, atau ada orang-orang yang pada bulan-bulan tertentu terkena sakit. Apabila kita sudah tahu sejarah seperti itu, pada saat bulan/waktu-waktu yang diperkirakan kita akan terserang penyakit, kita akan lebih mempersiapkan diri untuk pencegahannya, misalnya dengan lebih meningkatkan pola hidup sehat, olahraganya lebih ditingkatkan, dan lebih banyak mengkonsumsi makanan bergizi
3.Mempermudah menentukan stock obat yang harus disediakan di dalam kotak obat di rumah kita. Jika anda sering terserang sakit flu, batuk maka anda dapat menyediakan jenis obat tersebut di rumah.
Sabtu, 30 Agustus 2008
OBAT DAN AIR PUTIH
Pernahkan anda memikirkan untuk meminum obat dengan teh manis, susu, minuman bersoda, jus jeruk atau minuman lainnya selain air putih?
Sebaiknya anda meminum obat dengan air putih, karena air putih bersifat inert, dibandingkan minuman tersebut diatas.
Tapi ada juga obat tertentu yang absorbsinya dapat lebih baik jika diminum dengan minuman tertentu, contohnya asetosal, yang sifatnya asam. Obat yang bersifat asam, absorbsinya dapat dibantu dengan minuman asam. Asetosal dapat diminum dengan air jeruk, tapi hati-hati karena iritasinya kuat, dapat menyebabkan anda mengidap maagh.
Tetrasiklin tidak boleh diminum bersama air susu karena mengandung kalsium, atau minuman lain yang mengandung magnesium atau ion besi, karena akan mengurangi absorbsi akibat pembentukan khelat (suatu komplek) yang tidak larut.
Obat yang termasuk kategori alkaloid, vitamin yang mengandung zat besi, jangan diminum dengan air teh, karena dalam teh terkandung tanin, dimana interaksinya dapat membentuk endapan yang tidak larut.
Obat-obat yang disalut enterik (obat yang akan pecah dalam suasana basa di usus), jangan diminum dengan air soda, karena ketika diminum dengan air soda maka obat akan pecah duluan di lambung. Obat yang disalut enterik bertujuan agar obat tidak mengiritasi lambung atau karena daya serap obat di usus lebih baik dibanding dalam lambung. Sehingga jika obat yang disalut enterik pecah di lambung, akibatnya bisa terjadi iritasi lambung atau efek obat menjadi hilang
Rabu, 06 Agustus 2008
PENENTUAN MASA EDAR OBAT
Sebelum membeli produk makanan di supermarket, anda pastinya terlebih dahulu akan memeriksa tanggal kadaluarsa barang yang akan di beli.. Begitu juga, ketika anda akan meminum obat, maka telitilah tanggal kadaluarsanya.Tapi tahukah anda, bagaimana caranya menentukan tanggal kadaluarsa suatu obat?
Penentuan kadaluarsa obat dilakukan melalui serangkaian pengujian yang disebut uji stabilitas obat. Selama penyimpanan ataupun transportasi, obat bisa mengalami perubahan secara fisik maupun kimia, sehingga diperlukan suatu uji stabilitas terhadap produk yang akan dipasarkan.
Definisi stabilitas
Stabilitas adalah kemampuan suatu produk untuk bertahan dalam batas yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan
Definisi masa edar
Dari hasil uji stabilitas, maka kita dapat mengetahu masa edar dari suatu obat. Masa edar didefinisikan sebagai periode waktu yang ditetapkan pada tingkat konfidensi 95% bahwa dalam periode waktu tersebut produk tetap mengandung zat aktif tidak kurang dari batas bawah spesifikasi dari jumlah yang tertera pada label. Contohnya, suatu obat memiliki tanggal kadaluarsa Juli 2009, maka sampai Juli 2009 produk tersebut masih memenuhi syarat mutu. Jadi adanya tanggal kadaluarsa suatu obat merupakan jaminan mutu dari obat tersebut, jika suatu obat telah melewati batas daluarsanya maka tidak ada lagi jaminan terhadap mutu obat tersebut.
Bagaimana sih cara menentukan tanggal kadaluarsa suatu obat?
Uji stabilitas ini bertujuan untuk membuktikan bagaimana mutu zat aktif atau produk obat berubah seiring waktu, dibawah pengaruh faktor lingkungan seperti temperatur, kelembaban, dan cahaya.
Uji stabilitas sendiri ada 2 jenis, yaitu uji stabilitas dipercepat dan uji stabilitas jangka panjang. Pada uji stabilitas dipercepat, obat disimpan pada kondisi ekstrim di suatu lemari uji yang disebut climatic chamber, obat dalam kemasan aslinya dipaparkan pada suhu 40 ± 2oC dan kelembanban 75 ± 5% sedangkan uji stabilitas jangka panjang, obat dipaparkan pada suhu 25±20C dan kelembaban 60±5%. Pada bulan-bulan tertentu, obat yang disimpan dalam lemari climatic chamber (pada uji stabilitas dipercepat) maupun pada uji stabilitas jangka panjang, akan diuji kualitas fisika, kimia maupun mikrobiologinya. Data hasil pengujian tersebut akan diolah secara statistika, sampai akhirnya kita menemukan tanggal kadaluarsa (masa edar) secara kuantitatif, dan tanggal tersebutlah yang akan dijadikan patokan kadaluarsa obat yang nantinya harus dicantumkan dalam kemasan obat.
Minggu, 20 Juli 2008
AIR DAN KEHIDUPAN
Air merupakan komponen penting yang sangat diperlukan oleh manusia. Tanpa makanan, manusia masih dapat bertahan hidup sampai 8 minggu, tetapi tanpa air, manusia hanya dapat bertahan sampai beberapa hari saja. Oleh karenanya, kita sering melihat aktivis atau seseorang yang sedang memprotes suatu kebijakan pemerintah dengan cara mogok makan, bukan mogok minum. Kehilangan air sekitar 3 % saja dapat menyebabkan penurunan volume darah. Kehilangan 5% air, dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan orientasi. Kehilang 10 – 20% air dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem sirkulasi dan ginjal bahkan kematian.
Pada manusia dewasa, 60% berat badannya adalah air, prosentase ini lebih tinggi pada anak-anak dan akan semakin menurun dengan bertambahnya usia. Di dalam semua jaringan tubuh, jumlah air terdapat dalam perbandingan yang berbeda-beda. Walaupun jumlah dan distribusi air terkendali, tetapi air tidak dapat di simpan. Untuk menjaga homeostasis, maka jumlah air yang masuk dan keluar harus dijaga.
Air melaksanakan berbagai fungsi dalam tubuh melalui darah, air melakukan transpor makanan. Di dalam sel, air berfungsi sebagai media berlangsungnya reaksi kimia. Kebutuhan air untuk manusia dewasa, diperkirakan 1 mL untuk setiap kkalori energi atau ± 3 L/hari untuk pria dewasa dan ± 2.2 L/hari untuk wanita dewasa. Konsumsi ini diperoleh dari minum air atau air yang terdapat dalam makanan. Tetapi, kebutuhan ini dapat meningkat karena aktivitas, keringat, diet, dll.
Pada keadaan hamil dan menyusui, maka kebutuhan air akan meningkat. Pada kehamilan, diperlukan air yang lebih banyak karena volume darah juga meningkat, dihasilkan cairan amniotik dan tentunya fetus membutuhkan air dari ibunya. Pada saat menyusui, air yang dikeluarkan melalui ASI harus diganti melalui masukan yang lebih besar, untuk ibu yang menyusui, diperkirakan perlu tambahan sebanyak 750 mL/hari
Bayi memerlukan air yang lebih tinggi dari orang dewasa, karena ginjal bayi tidak dapat menahan konsentrasi urin yang pekat, sehingga kehilangan air pada bayi akan lebih besar dibandingkan orang dewasa, penyebab lainnya adalah karena perbandingan luas permukaan tubuh terhadap berat badan pada bayi dan anak-anak lebih besar daripada orang dewasa. Untuk bayi berusia 6 bulan memerlukan 1.5 mL air untuk setiap kkalori energi atau 750 mL/hari
.