Tidak ada obat yang tidak mempunyai efek samping. Namun, efek samping bersifat sangat individual, artinya reaksi suatu obat yang sama, boleh jadi memberikan efek yang berbeda pada pasien yang berbeda. Contoh efek samping yang terjadi pada pasien A, belum tentu terjadi pada pasien B.
Efek samping obat merupakan respons obat yang merugikan dan tidak diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran normal.
Efek samping ada yang bersifat ringan adapula yang sifatnya berat, misal mulai dari gatal-gatal, ruam di kuit, mual, muntah, iritasi pada saluran cerna sampai sindrom steven jhonson. Karena setiap obat memiliki efek samping, maka umumnya dokter akan meresepkan obat yang dapat menetralkan efek samping tersebut. Contohnya, jika efek samping obat tersebut adalah mengiritasi saluran cerna seperti mengakibatkan tukak lambung, maka dokter akan memberikan obat penetralnya, seperti obat golongan antasida. Tapi tidak semua obat yang menimbulkan efek samping, di beri resep penetralnya juga, maka sebagai pasien, kita pun harus berhati-hati. Misal jika pada awal pemakaian obat timbul gatal-gatal, kulit memerah, wajah jadi “bengkak”, pasien harus segera menghentikan penggunaan obat tersebut dan segera mengkonsultasikannya kepada dokter.
Senin, 09 Maret 2009
EFEK SAMPING OBAT
Rabu, 25 Februari 2009
DOKTER VS DUKUN
“Jangan khawatir berobat ke dokter karena tidak selalu mahal. Kami bantu masalah anda. Dokter berpengalaman dengan obat-obatan berkualitas. Kunjungilah klinik X… …bla…bla…bla”…..kalimat itu tertera pada brosur yang ditempel di angkot….seumur-umur saya baru lihat ada promosi dokter dengan cara seperti ini….
Kasus Ponari seperti mengalahkan pamor dunia kedokteran……ya mungkin dunia perdukunan alias pengobatan alternatif, masih sangat populer untuk sebagian besar masyarakat kita, padahal terkadang, prosedur pengobatannya sendiri sangat irrasional bahkan ada yang sampai jatuh kepada kemusyrikan…..tapi memang ada alasan yang sangat mendasar sehingga mereka lebih PD untuk datang ke pengobatan alternatif dibandingkan kepada dokter…..BIAYA….
Jangankan untuk biaya dokter, untuk ongkos pergi ke dokter aja mungkin gak ada…….
Memang sekarang ada askeskin….tapi apakah askeskin itu sudah bisa meng-cover keseluruhan warga yang tidak mampu?...apakah ada ketebelece yang sangat birokratis, yang dapat menyebabkan warga pusing dan malas untuk mengurus askeskinnya…. Sehingga ke dukun lagi…ke dukun lagi….
Kalau memang benar iklan di klinik itu sesuai kenyataan promosinya…dokter berpengalaman…obat berkualitas…dan biaya murah…atau bahkan kalau pasiennya gak mampu gak usah bayar….sungguh hal yang sangat mulia…sungguh kontribusi yang luar biasa dari dokter untuk membantu pasien tak mampu…..
Edukasi pada masyarakat yang lebih percaya kepada dukun, mungkin dapat di tempuh melalui cara pemberian pengobatan murah atau gratis………tak terbayang, kalau masyarakat tak mampu memiliki penyakit berat, tapi dia hanya mendatangi dukun yang mengobatinya dengan cara yang tidak ilmiah….boleh jadi penyakitnya bakal tambah berat …..
Semoga rakyat Indonesia dapat merasakan kemudahan dalam berobat…apakah pemerintahan hasil pemilu 2009 dapat mewujudkannya?
Senin, 16 Februari 2009
RIBUT-RIBUT SOAL PUYER
Salah satu televisi swasta mengangkat berita tentang polimek puyer, maksud puyer disini adalah, obat yang diracik di apotek menjadi bentuk serbuk dan dikemas menggunakan kertas perkamen, penggunaannya ditujukan untuk anak-anak..........kenapa Puyer bisa menjadi polemik??????
Dulu, ketika saya kuliah, saya mendapatkan pelajaran tentang prinsip-prinsip pembuatan obat. Dalam dunia farmasi, suatu obat yang dibuat harus mengikuti regulasi dan guidance yang tercantum dalam Current Good Manufacturing Practices (cGMP) atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut Cara Pembuatan Obat Yang Baik (CPOB). Salah satu tujuan CPOB sendiri adalah untuk menghasilkan obat yang bermutu secara konsisten.
Dalam tulisan ini saya tidak akan membahas aspek CPOB secara detil, karena aspek dalam CPOB sangat luas. Disini saya akan membahas beberapa point yang berkaitan dengan produksi obat di industri farmasi, yang harus mengikuti regulasi dan standar yang amat ketat, dikorelasikan dengan bentuk sediaan puyer yang dibuat di apotek tanpa standar yang jelas.
Beberapa peraturan pembuatan obat diantaranya :
1.Persyaratan ruangan.
Kondisi ruangan seperti suhu, kelembaban, jumlah partikel dan jumlah mikroba di ruang produksi harus di monitor dan harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam aturan CPOB. Tekanan udara antara ruang produksi dan koridor harus didesign sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Ruangan tempat pembuatan obat diistilahkan sebagai “grey area”.
Kalau dibandingkan dengan proses peracikan di apotek, obat yang diracik, di treatment di ruangan yang sangat tidak terkontrol, boleh diistilahkan dibuat di “black area”.........padahal seperti yang saya sebutkan diatas, obat yang dibuat di industri farmasi, dibuat dalam ruangan yang sangat dikondisikan persyaratannya.
2.Persyaratan personel
Personel yang terlibat dalam pembuatan obat di industri farmasi adalah personel yang telah terkualifikasi dan secara rutin mendapatkan pelatihan tentang CPOB
Personel yang memasuki area produksi harus menggunakan pakaian kerja yang lengkap, diantaranya penutup kepala (sehingga tidak boleh ada rambut yang keluar), masker, sarung tangan, pakaian kerja lengan panjang, celana panjang dan sepatu kerja yang tertutup rapat. Pakaian kerja lengkap tersebut ditujukan untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme dari manusia, karena sesungguhnya manusia bisa memberikan kontribusi terhadap keberadaan mikroorganisme.
Coba bandingkan dengan cara kerja peracikan di apotek........ pengalaman saya saat masih kuliah, ketika mengikuti PKL di suatu apotek..........Di apotek obat diracik dengan tangan terbuka tanpa sarung tangan (gak tau juga apakah si peracik mencuci tangannya terlebih dahulu atau tidak), tanpa masker tanpa tutup kepala. Padahal setiap kali manusia berbicara, maka akan keluar dari mulutnya pancaran mikroba ke udara, begitupun dengan rambut yang merupakan sumber kontaminan mikroba. Kesimpulannya, peracikan dengan cara diatas sangat tidak higienis
3.Validasi pembersihan
Setiap alat yang sudah digunakan untuk produksi obat, harus dibersihkan. Proses pembersihannya sendiri harus divalidasi, sampai residu dari air cucian terakhirnya memenuhi syarat batas residu.
Kalau meracik obat di apotek, rasanya saya belum pernah mendengar adanya validasi pembersihan. Sehingga boleh jadi jika dibersihkannya tidak baik atau bahkan tidak dibersihkan, maka residu dari obat racikan sebelumnya dapat mengkontaminasi obat racikan berikutnya. Jika ada pasien yang alergi terhadap obat tertentu, boleh jadi pasien akan terkena reaksi alergi
4.Uji stabilitas
Sebelum suatu obat dibuat dalam skala produksi, bagian RND akan melakukan penelitian terlebih dahulu. Penelitian secara literatur dilakukan untuk memperoleh data sifat-sifat fisik, kimia dan stabilitas dari suatu zat. Jika zat aktif tidak stabil terhadap pengaruh suhu, udara, kelembaban, cahaya.......... maka bagian RND akan memformulasi obat tersebut agar bisa tahan terhadap pengaruh lingkungan, misalnya dengan melakukan proses penyalutan terhadap obat, dan merancang bentuk kemasan yang paling baik, apakah akan menggunakan strip, blister atau botol. Semua tergantung dari hasil penelitian RND
Pada proses peracikan, saya pernah melihat adanya obat-obat yang disalut justru digerus, sehingga bahan penyalutnya menjadi hancur. Kalau fungsi penyalutan hanya untuk estetika saja agar obat terlihat bagus dan mengkilat, maka proses penggerusan boleh jadi tidak akan bermasah. Lain soal, jika penyalutan berfungsi untuk menjaga stabilitas dari zat aktif....... jika zat aktif terpapar oksigen di udara maka obat akan rusak karena zat aktifnya teroksidasi.......... jika zat aktif kena lembab, maka bisa terjadi hidrolisis sehingga menurunkan potensi dari zat aktif itu sendiri....... jika kena cahaya matahari, obat akan berubah warna.
5.Penandaan di kemasan obat
Badan POM telah mengeluarkan peraturan, setiap kemasan obat harus mencantumkan informasi penandaan sampai pada kemasan terkecil (artinya kemasan yang kontak langsung dengan produk). Yang dimaksud informasi penandaan adalah informasi nama zat aktif yang dikandung didalamnya, informasi tanggal produksi, tanggal daluarsa, no.batch dan HET (Harga Eceran Tertinggi). Informasi tersebut sangat bermanfa’at bagi konsumen, karena konsumen berhak mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya terhadap obat yang akan dikonsumsi....coba anda bandingkan dengan obat puyer, tak ada secuil informasi pun dikemasan kertasnya. Kadang-kadang pasien tidak tahu isinya apa.......
6.Rasionalitas resep
Terkadang obat yang diracik merupakan 3 atau lebih campuran zat aktif, padahal makin banyak campuran zat aktif maka resiko terjadinya interaksi antara zat aktif bisa lebih tinggi. Boleh jadi timbul interaksi yang merugikan antar zat aktif tersebut, yang dapat mereduksi atau menghilangkan khasiat obat itu sendiri.
Setiap obat memiliki efek samping, maka jika yang diracik terdiri dari 7 zat aktif, maka akan ada potensi efek samping dari ke-7 zat aktif tersebut.
Maka untuk melindungi pasien, perlu peraturan yang tegas dari pemerintah mengenai hal ini......
Minggu, 01 Februari 2009
RACUN DALAM KENTANG
Kentang adalah jenis umbi-umbian yang banyak digemari, tapi hati-hati loh, karena kentang juga mengandung racun alami. Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid. Ada dua macam racun utama pada kentang, yaitu solanin dan chaconine.
Kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit. Kadar glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah.
Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.
Penyimpanan kentang harus diperhatikan, sebaiknya kentang disimpan di tempat yang sejuk, gelap, kering, dan dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu, karena jika kentang terpapar sinar (baik sinar matahari atau lampu) dalam waktu yang lama, maka jumlah sonalin yang dibentuk pada kulit kentang akan meningkat sehingga resiko keracunan pun akan meningkat.
Referensi: www.pom.go.id
Selasa, 20 Januari 2009
HATI-HATI DENGAN SELF MEDICATION
Mungkin anda pernah melakukan pengobatan sendiri atau lebih dikenal sebagai self medication? Rasanya hampir semua orang pernah melakukan hal itu……ada berbagai alasan kenapa orang melakukan tindakan self medication, diantaranya malas untuk berobat ke dokter karena alasan kesibukan, menganggap penyakit yang dirasakan hanya penyakit ringan, atau mungkin karena tidak punya biaya untuk pergi ke dokter
Untuk penyakit ringan yang memang baru kita rasakan, boleh-boleh saja melakukan self medication, hanya untuk sekedar menghilangkan gejala, misalnya suhu badan kita diatas normal, merasa gak enak badan, pusing, sakit kepala, maka kita putuskan untuk menggunakan obat yang bersifat analgetik (penghilang nyeri) atau antipiretik (penurun demam). Apalagi obat bebas atau obat bebas terbatas yang secara peraturan dapat diperoleh tanpa resep dokter, sangat mudah kita dapatkan di apotek.
Tetapi anda tetap harus waspada, jangan sampai sedikit-sedikit anda menganggap ringan penyakit. Karena boleh jadi, penyakit yang anda anggap ringan tapi terjadinya berulang-ulang merupakan indikasi dari suatu penyakit berat.
Yang harus anda tahu bahwa sebenarnya obat adalah racun jika dikonsumsi pada kondisi yang tidak tepat. Setiap obat memiliki efek samping, sehingga berhati-hatilah ketika anda menggunakan obat yang anda beli sendiri. Lihatlah secara seksama petunjuk penggunaan, indikasi, kontra indikasi, efek samping atau interaksi obat yang biasanya tercantum dalam label kemasan obat .
Jika anda menggunakan obat bebas secara terus menerus setiap anda merasakan gejala sakit, maka efek samping tersebut boleh jadi muncul dalam waktu tertentu. Terjadi akumulasi senyawa yang nantinya dapat membahayakan.
Obat-obat analgetik (penghilang rasa sakit) seperti asetosal, asam mefenamat, kalium diklofenak, piroxicam memberikan efek samping berupa iritasi pada lambung. Sehingga anda harus berhati-hati, karena anda bisa mengalami penyakit gangguan lambung, gara-gara sering mengkonsumsi obat-obat tersebut, apalagi jika anda pasien penderita gangguan lambung, efek samping obat ini akan memperparah penyakit lambung anda.
Rabu, 07 Januari 2009
BOLEHKAH MENGGUNAKAN OBAT TRADISIONAL BERSAMAAN DENGAN OBAT KIMIA?
Pertanyaan seperti ini boleh jadi pernah terbesit dalam fikiran anda. Kenapa? Karena mungkin anda menganggap bahwa obat tradisional itu aman, bahkan ada yang beranggapan bahwa obat tradisional tidak memberi efek samping, padahal obat tradisional pun mengandung senyawa aktif yang dapat memberikan efek farmakologi.
Dari beberapa penelitian menunjukkan, beberapa bahan herbal memberikan interaksi yang merugikan antara obat tradisional dengan obat kimia. Berikut ini beberapa contoh bahan herbal yang dapat menimbulkan interaksi jika dikombinasi dengan obat kimia:
1.Ginkgo biloba
Interaksi antara ginkgo biloba (yang berfungsi untuk menghambat faktor pengaktifan platelet) dengan obat yang memiliki efek sebagai antikoagulan atau antiplatelet, seperti aspirin dapat memperhebat terjadinya pendarahan.
2.Echinaceae
Echinacea biasanya diindikasikan untuk meningkatkan imunitas. Penggunaan echinaceae bersama dengan ketoconzaole (anti jamur), isoniazid (untuk mengobati penyakit TBC) dapat menyebabkan liver toxicity
3.Caffeine
Penggunaan obat kimia yang mengandung caffeine dengan obat tradisional yang mengandung ginseng dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal, serta menyebabkan insomnia
4.Ginseng
Berdasarkan penelitian, penggunaan ginseng bersama Coumadin dapat menyebabkan pendarahan.
Ginseng yang digunakan bersamaan dengan warfarin dapat menurunkan efek antikoagulan dari warfarin akibatnya proses pendarahan dapat tetap terjadi.
5.Allium sativum (bawang putih)
Penggunaan Allium sativum bersama dengan warfarin juga dapat menyebakan proses pendarahan tetap terjadi.
Jika obat tradisional tidak berinteraksi merugikan dengan obat kimia, maka boleh saja kita menggunakan obat tradisional sebagai pendukung pengobatan, tapi harus hati-hati dan dihindari jika ternyata obat tradisional itu memberikan efek merugikan.
Tapi obat yang interaksinya merugikan bisa saja digunakan, asal diatur waktu penggunaannya, misalnya digunakan secara terpisah dengan selang waktu kurang lebih 2 jam. Tetapi jika anda akan melakukan hal ini, maka harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan, jangan sembarangan mengkonsumsi tanpa dilandasi pengetahuan.
Sebagai konsumen, kitapun harus rajin membaca brosur secara teliti. Beberapa informasi interaksi obat bahan alam dan obat kimiawi yang dapat dijadikan acuan, dapat dilihat pada Buku Informatorium Suplemen Makanan Indonesia, yang telah selesai disusun oleh Badan POM
Referensi
1.www.pom.go.id
2.WHO Drug Information, 18 (2), 2004, hlm 120-121
3.Yuan, Chun-Su, Wei G, et.al. Brief Communication: American Ginseng Reduces
Warfarin’s Effect in Healthy Patients, Annals of Internal Medicine 2004 July 6, 141 (1), 23-27. Fugh-Berman A, Herb-drug interaction (Abstract), Lancet 2000 Jan 8; 355 (9198): 134-8
4.www.holisticonline.com
Kamis, 25 Desember 2008
RACUN DALAM BIJI BUAH-BUAHAN
Ketika anda memakan buah-buahan yang berbiji, apakah secara tak sengaja anda pernah memakan bijinya ?….tentunya buah-buahan yang berbji kecil, bukan biji yang gede kaya biji durian……Anda perlu waspada dengan biji tersebut, karena biji itu ternyata mengandung racun…..tapi biji pada buah apakah yang mengandung racun?
Beberapa biji buah-buahan mengandung racun glikosida sianogenik, contohnya biji pada buah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach.
Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun.
Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu, diantaranya: penyempitan kerongkongan, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian.
Dosis letal (mematikan) dari sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg/Kg berat badan.
Jadi, waspadalah terhadap biji buah-buahan yang mengandung racun tersebut, jangan lupa untuk membuang bijinya sebelum memakan dagingnya……..
Referensi:
www.bpom.go.id
Minggu, 21 Desember 2008
LINGKARAN BERWARNA PADA KEMASAN OBAT

Anda mungkin pernah memperhatikan lingkaran berwarna pada kemasan produk obat. Ada lingkaran warna hijau, biru dan merah dengan huruf K ditengah, Tahukah anda apa maksud dari lambang tersebut?
Lingkaran berwarna tersebut merupakan suatu metode penggolongan obat, maksudnya untuk peningkatan keamanan dan ketepatan penggunaan dan pengamanan lalu lintas obat dengan membedakan nya atas narkotika, psikotropika, obat keras, obat bebas terbatas dan obat bebas
Lingkaran berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam, menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat bebas.
Lingkaran berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam,menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat bebas terbatas
Lingkaran berwarna merah dengan huruf “K” dibagian tengah dan garis tepi berwarna hitam, menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras
Obat dengan golongan obat keras ini, harus diperoleh melalui resep dokter
Untuk obat bebas atau obat bebas terbatas, dapat diserahkan tanpa resep dokter, tetapi harus memenuhi kriteria sbb:
1.Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak dibawah 2 tahun dan orang tua diatas 65 tahun
2.Pengobatan sendiri dengan obat dimaksudkan tidak memberikan resiko pada kelanjutan penyakit
3.Penggunaannya tidak memerlukan cara/alat khusus yang harus dilakukan pada tenaga kesehatan
4.Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia
5.Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggung jawabkan untuk pengobatan sendiri
Referensi:Kumpulan Peraturan Perundang-Undangan Bidang Obat, hlm 17, 204
Jumat, 12 Desember 2008
CARA MENGHINDARI OBAT PALSU
Beredarnya obat palsu merupakan hal yang sangat membahayakan dan merugikan. Berbahaya, karena kandungannya tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam label claim kemasan, contoh: obat palsu tersebut hanya berisi plasebo saja tanpa zat aktif.
Jika obat yang dipalsukan adalah obat yang ditujukan untuk penyakit-penyakit berat, seperti darah tinggi, jantung, diabetes dan penyakit berat lainnya, maka bukan tidak mungkin penyakit pasien malah bertambah parah, karena pasien seolah-olah meminum obat “yang benar” padahal obat yang diminumnya itu tidak mengandung zat aktif sama sekali.
Beredarnya obat palsu sangat merugikan produsen obat yang asli dan tentunya juga merugikan konsumen. Biasanya obat-obat yang dipalsukan adalah obat-obat yang laku di pasaran.
Definisi obat palsu
Sebenarnya, apa sih yang disebut obat palsu. Berdasarkan surat keputusan Menkes No.: 245/Menkes/SK/V/1990, Bab I, Pasal 1, yang disebut obat palsu adalah obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, obat yang tidak terdaftar dan obat yang kadar zat berkhasiatnya menyimpang lebih dari 20% dari batas kadar yang ditetapkan.
Cara menghindari obat palsu
Sebagai konsumen, maka sudah selayaknya kita lebih berhati-hati terhadap obat yang kita beli. Untuk mengetahui apakah obat yang kita minum palsu atau tidak, secara akurat dapat dibuktikan melalui pengujian di laboratorium, tetapi bagi masyarakat, tentunya hal ini sulit dilaksanakan, maka yang lebih memungkinkan agar masyarakat terhindar dari obat palsu adalah dengan cara sbb:
1. Belilah obat di sarana kesehatan yang secara jelas memang legal, yaitu apotek
Penanggung jawab apotek adalah seorang apoteker, yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan mendistribusikan obat yang bermutu baik dan terjamin keabsahannya. Tugas apoteker tersebut dicantumkan dalam Permenkes No.: 922/Menkes/PER/X/1993.
Jika kita membeli obat di tempat-tempat yang illegal, maka tidak ada jaminan tentang mutu dan keabsahan dari obat yang kita beli.
2. Perhatikan keutuhan dan kebersihan kemasan
Dalam suatu acara investigasi di salah satu televisi swasta, ditunjukkan modus pemalsuan obat, diantaranya adalah dengan cara mengumpulkan obat-obat yang sudah kadaluarsa, dan yang lebih parah lagi, pemalsu tersebut mengumpulkan obat-obat yang sudah di buang di tempat sampah, kemudian dibersihkan, dan penandaanya seperti tanggal kadaluarsa dihapus lalu diganti. Maka, agar terhindar dari obat palsu, sudah semestinya kita harus lebih teliti lagi dalam mengamati keutuhan dan kebersihan kemasannya, dan untuk membantu peredaran obat palsu, jika ada sisa obat di rumah yang sudah tidak terpakai lagi, jangan di buang dengan kemasan utuhnya, tapi kemasannya di rusak dan obatnya dihancurkan
3. Perhatikan penandaan pada kemasan, yaitu penandaan no.batch, tgl daluarsa, tgl. Produksi, serta nomor registrasi.
Seperti yang disebutkan di no.2, bahwa pemalsu bisa menghapus penandaan yang tercantum di kemasan.Jadi, perhatikan apakah ada bekas hapusan di area penandaan pada kemasan obat yang anda beli.
4. Perhatikan harga obat
Jika harga obat jauh lebih murah dari harga obat yang biasanya untuk produk tersebut, misal sampai berbeda 10%, maka kita patut untuk waspada
5. Jika anda merasa ragu akan obat yang anda beli, anda bisa menanyakannya langsung ke apoteker sambil membawa sampel obat yang diragukan tersebut, untuk menindaklanjuti keraguan anda. Apoteker tersebut akan membantu anda untuk menanyakan langsung pada produsen obat tersebut. Karena ada beberapa kemasan yang di desain sedemikian rupa untuk mencegah adanya pemalsuan, seperti dengan mencantumkan security letter pada kemasan, dimana hanya produsen obat tersebutlah yang mengetahui letak dan desain security letter yang di buat. Cara lain adalah dengan menggunakan hologram dan kode-kode tertentu yang terdapat di dalam kemasan
Senin, 24 November 2008
MENGATASI RADANG TENGGOROKAN
Anda pernah menderita radang tenggorokan? Kalau pernah, tentunya anda tahu bagaimana rasanya. Kalau sudah terkena penyakit ini, biasanya makan jadi gak enak, dan jadi “gak enak” badan. Sebenarnya apa sih radang tenggorokan itu, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya?
Definisi
Radang tenggorokan atau faringitis adalah penyakit peradangan yang menyerang tenggorokan atau faring.
Penyebab
Radang ini bisa disebabkan oleh :
1.Virus coxsackie
2.Bakteri golongan Streptococcus. Ciri jika terinfeksi bakteri streptococcus diantaranya nyeri saat menelan, adanya bintik putih, muntah, adanya nanah pada kelenjar amandel disertai pembesaran kelenjar amandel
Daya tahan tubuh yang melemah dapat memudahkan anda terinfeksi mikroorganisme.
Penyebaran
Bakteri golongan Streptococcus, cenderung senang berada dalam hidung dan tenggorokan anda, sehingga ketika anda batuk, ngorok ketika tidur, atau bersalaman dengan orang lain, akan memudahkan penyebaran infeksi ke orang lain. Karenanya sangat penting untuk memperhatikan hygiene, seperti sering cuci tangan
Gejala
Radang tenggorokan ada yang akut dan kronis
Gejala dari radang tenggorokan akut (masih baru) diantaranya gejala nyeri tenggorok, kadang-kadang disertai demam dan batuk. Sedangkan gejala radang tenggorokan yang sudah kronis (sudah berlangsung dalam waktu yang lama), biasanya tidak disertai nyeri menelan, tetapi terasa ada sesuatu yang mengganjal di tenggorok.
Diagnosis
Untuk mengetahui apakah radang tenggorokan disebabkan virus atau bakteri, maka perlu pemeriksaan kultur di laboratorium, hal ini penting untuk menentukan tindakan pengobatan yang tepat. Pengujiannya hanya memerlukan waktu 10- 20 menit, jika hasil uji negative, anda dapat melanjutkan pengujian yang memerlukan waktu 24- 48 jam untuk mengkonfirmasi hasil uji tersebut. Jika hasil uji tetap negative, berate anda tidak mengalami radang tenggorokan tetapi kemungkinan terkena infeksi lain.
Pengobatan
1.Banyak minum air putih hangat
2.Berkumur dengan air garam hangat
3.Banyak makan buah-buahan
4.Istirahat yang cukup
5.Hindari minuman, seperti jus jeruk atau minuman/makanan lainnya yang bersifat asam yang dapat mengiritasi tenggorokan anda
6.Hindari rokok/asap rokok/ minuman beralkohol
7.Hindari konsumsi makanan yang berminyak/berlemak
8.Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif apabila anda terinfeksi oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan contohnya amoxicillin, tetapi jika anda alergi terhadap amoxicillin, dapat digunakan antibiotik lain. Biasanya dokter meresepkan antibiotik untuk 5 hari. Habiskan antibiotik, walaupun setelah 4 hari anda merasa baikan, hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi dari bakteri.
9.Jika penyebabnya virus, maka tidak dapat diobati dengan antibiotik. Anda hanya akan diberi obat yang bersifat menghilangkan gejala, seperti menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit dengan menggunakan antipiretik (penurun demam) atau analgesic (penghilang rasa nyeri).
Pencegahan
Untuk menghindari penyebaran penyakit ini di lingkungan keluarga anda, pastikan anggota keluarga anda yang sedang sakit radang tenggorokan menggunakan peralatan makan dan minumnya sendiri, (jangan menggunakan bareng anggota keluarga yang lain), pastikan juga handuk, lap terpisah dari anggota keluarga yang lain.
Biasakan ketika bersin/batuk untuk menutup mulut.
Referensi: dari berbagai sumber
Selasa, 11 November 2008
MENGATASI SARIAWAN
Ketika anda menderita sariawan, anda akan mengalami ketidaknyamanan dan kehilangan kenikmatan.
Ada ketidaknyamanan pada saat berbicara, sehingga yang biasanya cerewet, tiba-tiba berubah jadi pendiam, yang biasa ceria menebar senyum kemana-mana, tiba-tiba berubah jadi “nyengir” atau malah cembetut melulu………yang biasanya jago makan, tiba-tiba semua makanan yang enak-enak berubah menjadi tidak enak, karena kalau udah nyampe mulut dan bersentuhan dengan luka sariawan, rasanya bakalan nyut-nyutan….apalagi kalau makananannya terasa asam, pedas atau asin, wah nyerinya bakalan makin mantap…..
Nah, supaya bisa mengurangi penderitaan anda seperti diatas, ada baiknya anda memahami tentang penyakit ini, gimana cara mencegah dan mengatasinya ………
Apa itu sariawan?
Sariawan atau bahasa medisnya disebut stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung.
Penyebab sariawan
Sariawan merupakan penyakit yang sifatnya self limiting artinya akan sembuh dengan sendirinya (umumnya dalam waktu 7-14 hari). Beberapa ahli menyebutkan, bahwa penyebab pasti dari sariawan itu sendiri belum diketahui secara pasti, tapi dari beberapa literatur, disebutkan ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan sariawan, diantaranya:
1.Trauma mekanis
Trauma mekanis dapat disebabkan oleh:
•Tergigit pada bagian dinding pipi, bibir bagian dalam atau lidah
•Sikat gigi yang “nyungsep” (gara-gara ngelamun saat sikat gigi) akhirnya melukai gusi
•Pengaruh gigi palsu
•Pengaruh kawat gigi
2.Kekurangan vitamin C, Vitamin B12 dan zat besi
3.Infeksi bakteri/ virus
4.Kondisi tubuh tidak fit
Ketika pertahanan tubuh menurun, maka akan rentan sekali terinfeksi oleh bakteri/ virus tersebut
5.Reaksi obat tertentu
6.Mengkonsumsi makanan/ minuman panas
7.Alergi
Individu tertentu dapat mengalami alergi terhadap makanan tertentu, karena makanan tersebut dapat menstimulasi terjadinya sariawan, seperti keju, coklat, kopi, kacang-kacangan, kentang, tomat
8.Kelainan pencernaan
9.Kurang menjaga kebersihan mulut
10.Faktor psikologi (stress)
11.Ketidakseimbangan hormone (pada wanita yang mengikuti siklus menstruasi)
Cara mencegah sariawan
Setelah mengetahui penyebab sariawan, maka anda pun dapat berusaha mempertahankan diri agar tidak terkena penyakit sariawan, diantaranya dengan cara:
1.Sering gosok gigi, agar kebersihan mulut senantiasa dapat terjaga
Kalau jarang membersihkan mulut, maka resiko terinfeksi oleh bakteri/ virus bisa lebih tinggi
2.Banyak minum, agar mulut lebih sering terbilas air, sehingga dapat meminimalkan kotoran yang bersarang di gigi/ mulut
3.Kumur-kumur dengan antiseptik, seperti air rebusan daun sirih atau produk-produk obat kumur yang mudah kita jumpai di apotek atau supermarker. Tapi jangan keseringan juga, karena bisa membuat mikroorganisme menjadi resisten
4.Tingkatkan daya tahan tubuh, dengan cara istirahat yang cukup, olah raga dan mengkonsumsi makanan bergizi
5.Menghindari stress
Cara mengatasi sariawan
Pengobatan sariawan bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi sariawan:
1.Berkumur dengan air garam hangat.
2.Berkumur dengan mouth wash yang mengandung thymol glyserin untuk mengurangi rasa tidak nyaman, atau berkumur dengan antiseptik yang mengandung chlorhexidine atau povidone-iodine
3.Perlindungan mekanis dengan sediaan berbentuk pasta atau serbuk yang mengandung carmellose sodium, atau sediaan berbentuk gel yang mengandung triamsinolon asetonida 0,1% (anda dapat membelinya di apotek dengan nama dagang Kenalog®). Obat tersebut di oleskan di bagian luka.
4.Untuk mengurangi rasa sakit dapat digunakan analgetik seperti salisilat, yang berfungsi untuk mengatasi iritasi dan luka lokal
Referensi:
Martindale, the complete drug reference
www.med.ucla.edu
Wikipedia
Rabu, 22 Oktober 2008
MINUMAN KERAS, KEBUTAAN HINGGA KEMATIAN
Kasus tewasnya belasan orang di Indramayu akibat menegak minuman keras beberapa waktu yang lalu, seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah dan juga masyarakat akan bahayanya minuman ini. Di berbagai negara, penjualan minuman beralkohol dibatasi ke sejumlah kalangan saja, umumnya orang-orang yang telah melewati batas usia tertentu, tetapi kalau di Indonesia yang penduduknya mayooritas beragama Islam, ternyata penggunaan miras seolah tidak mengenal batas usia, remaja saja sudah ada yang mengkonsumsinya, ya mungkin karena penegakkan hukum di Negara kita belum dijalankan dengan baik.
Bahaya minuman keras
Dalam proses fermentasi pembuatan minuman keras, akan dihasilkan metanol, etanol, etilkarbamat/uretan. Zat yang disebut terakhir ini bersifat karsinogen/ dapat berpotensi menimbulkan kanker. Jika fermentasi berlebihan akan dihasilkan asam laktat
Minuman beralkohol yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku. Alkohol bersifat adiktif (menimbulkan ketagihan), orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.
Keracunan metanol
Keracunan metanol disebabkan karena adanya proses oksidasi metanol di dalam organisme menjadi formaldehid dan asam format. Asam format ini sulit di ekskresikan keluar dari tubuh, akibatnya terjadilah asidosis parah (penurunan pH dibawah 7.37).
Adanya penurunan asam atau basa yang hebat dalam darah, menyebabkan sistem pengatur tubuh (sistem dapar darah, respirasi, fungsi ginjal) tidak lagi mampu mengatur pH darah supaya tetap pada nilai pH normal yaitu 7,4. Penurunan pH dibawah 7,20 akan mengakibatkan turunnya volume menit jantung, gangguan ritmus jantung, hipotensi (sampai terjadi syok), gangguan kesadaran dan akhirnya koma
Gejala keracunan pertama akan terlihat setelah periode laten beberapa jam, tanda-tandanya adalah: keluhan sakit kepala, pusing, mual, muntah, gangguan penglihatan menyusul kemudian tidak sadar, dan jika tidak cepat ditangani akan berujung pada kematian. Kalaupun pasien dapat diselamatkan nyawanya, boleh jadi akan mengalami kebutaan, karena telah terjadi kerusakan pada saraf penglihatan (atrofi opticus).
Keracunan etanol
Sekitar 20% etanol akan diabsorpsi di dalam lambung dan sekitar 80% di dalam usus halus bagian proksimal. Distribusi terjadi keseluruh tubuh dan terutama masuk ke cairan tubuh. Sekitar 90% dari jumlah yang diabsorpsi akan mengalami biotransformasi dan hanya sekitar 10% diekskresi dalam bentuk semula.
Di dalam organisme, etanol akan mengalami dehidrogenasi menjadi asetaldehid dengan bantuan enzim alkoholdehidrogenase. Asetaldehid kemudian akan dioksidasi lebih lanjut menjadi asam asetat. Asetaldehid yang tertimbun dalam darah dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, muntah, rasa takut, jantung berdebar dan penurunan tekanan darah.
Keracunan akut alkohol dibedakan menjadi 3 stadium, yaitu eksitasi, toleransi dan asfiksia. Manifestasi terjadinya keracunan alkohol dapat berupa gangguan sistem saraf pusat, berkurangnya kemampuan kerja otot, dilatasi pembuluh darah kulit karena adanya hambatan di pusat vasomotor dan sebagian kerjanya diakibatkan kerja langsung pada otot pembuluh. Etanol dalam konsentrasi rendah (sekitar 10 g/100 mL) akan menaikkan produksi asam klorida dalam lambung, sedangkan dalam konsentrasi tinggi (≥ 20 g/ 100 mL) sebaliknya. Minuman dengan kadar alkohol ≥ 40% akan menyebabkan gastritis
Jumat, 17 Oktober 2008
SEPERTI APAKAH AIR LAYAK MINUM
Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, khususnya air minum Tetapi ketersediaan air minum yang memenuhi syarat semakin sulit dipenuhi, terlebih lagi daerah-daerah resapan air yang telah dirubah menjadi pemukiman penduduk, limbah-limbah industri yang mencemari sungai-sungai, semakin mempersulit masyarakat untuk mendapatkan air yang layak untuk di minum.
Definisi air minum
Di dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, disebutkan bahwa air Minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum.
Persyaratan air minum
Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, tetapi terdapat resiko kalau air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, tetapi banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara mendidihkan air.
Jadi, air yang akan digunakan untuk air minum tidak bisa sembarang air, misalnya di rumah anda, sumber air berasal dari air tanah, yang diambil dengan menggunakan jetpump, meskipun secara kasat mata tampak jernih, tetapi belum tentu memenuhi syarat, karena kondisi lingkungan disekitarnya akan sangat menentukan kualitas air tersebut. Untuk memastikan apakah air tanah yang ada di rumah anda memenuhi syarat untuk di minum atau tidak, sebaiknya anda membawa sampel air tersebut ke laboratorium pengujian seperti Sucofindo, atau lab-lab swasta lain yang banyak menjual jasa untuk pemeriksaan air, tapi cek juga, apakah lab yang akan anda gunakan sudah terakreditasi atau belum. Ini untuk menjamin akurasi hasil pemeriksaan. Jika lab-nya sudah terakreditasi, maka validitas hasil pengujian tentunya lebih terpercaya.
Syarat air minum tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002.. Persyaratan kualitas air minum meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, dan fisik. Menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung logam berat dan bakteri patogen seperti E. Coli.. Untuk lebih detil mengetahui rincian syarat air minum, anda dapat melihatnya dalam Kepmenkes tersebut.
Syarat tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna
Artinya jika air yang akan anda gunakan memiliki bau, rasa atau warna, berarti air tersebut telah tercemar.
Syarat tidak mengandung logam berat
Ion logam berat dapat mendenaturasi protein, disamping itu logam berat dapat bereaksi dengan gugus fungsi lainnya dalam biomolekul. Karena sebagian akan tertimbun di berbagai organ terutama saluran cerna, hati dan ginjal, maka organ-organ inilah yang terutama dirusak
Syarat tidak mengandung bakteri patogen
Bakteri patogen yang tercantum dalam Kepmenkes yaitu Escherichia colli, Clostridium perfringens, Salmonella. Bakteri patogen tersebut dapat membentuk toksin (racun) setelah periode laten yang singkat yaitu beberpa jam, dapat menyebabkan muntaber
Sabtu, 11 Oktober 2008
PENANGANAN PENYAKIT INFLUENZA
Mungkin setiap orang pernah mengalami diserang virus influenza. Penyakit ini begitu umum dan telah lama dikenal, umumnya masyarakat menyebutnya penyakit flu. Berat ringannya penyakit ini tergantung pada daya tahan tubuh seseorang.
Jenis virus influenza
Virus influenza ada 3 tipe, yaitu tipe A, B dan C. virus tipe A dan beberapa virus tipe B dapat merubah konfigurasi genetiknya, akibatnya timbul strain baru padahal boleh jadi manusia belum memiliki imunitas terhadap strain baru tersebut.
Gejala Penyakit flu
Para penderita flu, biasanya akan merasakan gangguan pada selaput lendir, seperti hidung mampat, bersin-bersin, batuk.
Penanganan Flu
Penanganan penyakit flu dapat dilakukan tanpa atau dengan obat.
Penanganan tanpa obat
Penyakit flu merupakan penyakit yang self-limiting, artinya jika tidak terjadi komplikasi dengan penyakit lain, biasanya setelah 4-7 hari akan sembuh sendiri, sehingga agar lebih ringan menghadapi penyakit ini, ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan:
1.Beristirahat dengan cukup selama 2-3 hari
2.Hindari kegiatan fisik secara berlebihan
3.Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh
4.Konsumsi buah-buahan segar untuk mendapatkan banyak vitamin
5.Minum air yang banyak, agar rasa kering di tenggorokkan dapat diminimalkan. dan untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan dapat dilakukan dengan cara berkumur-kumur dengan air garam
Penanganan dengan obat
Yang sering dilakukan oleh masyarakat, ketika dia terkena flu, adalah dengan mengkonsumsi antibiotik, seperti amoxicillin. Sebenarnya penggunaan antibiotik seperti amoxicillin untuk menangani virus influenza adalah tidak tepat, karena amoxicillin diindikasikan untuk infeksi karena bakteri.
Penggunaan obat flu, sebenarnya untuk menghilangkan symptom (gejalanya), bukan untuk “memberantas” virus influenza itu sendiri, sehingga jika setelah 3 hari tidak kunjung sembuh, segera perksakan ke dokter. Umumnya obat-obat flu adalah obat yang dikategorikan sebagai obat bebas atau obat bebas terbatas, yaitu obat-obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Kalau antibiotik, tergolong obat keras, sehingga penggunaaannya harus didasarkan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat malah akan merugikan, karena akan menimbulkan resistensi terhadap mikroorganisme tertentu.
Obat flu yang beredar di pasaran, pada umumnya merupakan kombinasi antara berbagai zat aktif dengan efek sebagai berikut:
1.Penurun demam (antipiretik) seperti parasetamol
2.Mengurangi hidung tersumbat (dekongestan), seperti PPA HCl, Pseudoefedrin
3.Antihistamin, berfungsi untuk mencegah pelepasan mediator yang dilepas pada saat terjadi alergi, contohnya CTM (chlorfeniramine maleate), dexchlorfeniramin maleate. Umumnya golongan antihistamin Ini memberikan efek samping mengantuk, tapi efek samping ini bermanfaat, karena dapat membantu penderita flu untuk beristirahat lebih baik. Ada juga antihistamin yang tidak memberikan efek samping mengantuk.
4.Ekspektoran, yaitu senyawa yang dapat membantu untuk mempermudah pengeluaran dahak. Ekspektoran sendiri dibagi menjadi 3, yaitu
a)Sekretolitika (untuk meningkatkan pengeluaran lendir), contohnya Radix ipecacuanhae, ammonium klorida, oleum eucalypti
b)Mukolitika (mengubah sifat fisiko kimia sekret, terutama dengan menurunkan kekentalan lendir), contohnya bromheksin
c)sekremotorika ( menyebabkan gerakan sekret dan batuk untuk mengeluarkan sekret tersebut), contohnya golongan β-simpatomimetika
5.Antitusiva (menghentikan rangsang batuk, menurunkan frekuensi dan intensitas dorongan batuk dengan cara menekan refleks batuk karena adanya penghambatan pusat batuk dalam batang otak dan atau melalui blokade reseptor batuk dalam saluran bronkus. Obat ini hanya digunakan pada rangsang batuk kering, contohnya dekstrometorfan HBr dan difenhidramin HCl
Obat flu mana yang harus dipilih?
Banyak sekali obat flu yang beredar di pasaran, .sehingga terkadang kita pun bingung untuk memilihnya. Obat flu yang harus dipilih adalah obat yang didasarkan pada gejala yang terjadi
Referensi: dari berbagai sumber
Rabu, 08 Oktober 2008
BAGAIMANA CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT?
Obat merupakan bahan kimia yang pastinya memiliki efek samping atau efek lain yang tidak diinginkan. Sehingga untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, maka penggunaan obat harus dilakukan secara tepat. Yang dimaksud tepat disini adalah tepat dosis, tepat cara pakai bahkan tepat waktu.
Tepat dosis
Dosis obat adalah jumlah dan frekuensi obat yang harus diminum/digunakan dalam rentang waktu tertentu. Efek suatu obat bergantung pada konsentrasi pada tempat kerja, sehingga dosis suatu obat adalah suatu hal yang penting diketahui dan diikuti. Jangan karena merasa penyakit anda tidak cepat hilang, maka anda menggunakan obat secara berlebihan, sehingga yang muncul bukannya efek terapi tapi malah efek toksik. Atau jangan pula ketika anda menggunakan antibiotik yang harusnya diminum secara rutin sampai habis (biasanya diberikan untuk waktu 5 hari), tapi karena merasa telah sembuh, penggunaan antibiotiknya tidak dilanjutkan
Tepat cara pakai
Tergantung tempat dan tujuan pemakaian obat, maka obat pun dibuat dalam bentuk sediaan yang bermacam-macam. Berikut ini beberapa contoh bentuk sediaan obat:
1.Tablet kunyah, yaitu sediaan tablet yang dikunyah dulu sebelum ditelan. Tujuan pembuatan tablet kunyah sendiri karena ada beberapa kelebihan, diantaranya memiliki ketersediaan hayati yang baik, meningkatkan disolusi (jumlah zat aktif yang terlarut dan dapat diserap oleh tubuh).
2.Suppositoria, obat digunakan melalui rektal. Untuk zat aktif yang rusak di lambung, maka obat di buat dalam bentuk suppositoria. Obat ini pun mudah digunakan oleh bayi, pasien gangguan mental, manula atau orang-orang yang sulit menelan obat
Dan masih banyak bentuk sediaan obat lainnya yang penggunaannya tertentu sesuai dengan tujuannya.
Tepat waktu
Pada saat anda mendapat resep, terkadang ada obat tertentu yang instruksinya harus diminum pada malam hari, karena memang obat-obat tertentu dapat memberikan efek yang lebh baik jika dikonsumsi pada malam hari. Ada juga yang sebaliknya harus diminum pada pagi hari agar tidak mengganggu masa istirahat dimalam hari, contohnya obat diuretik, pasien yang menggunakan obat jenis ini akan sering merasa ingin buang air kecil.
Berikut ini beberapa panduan tentang bagaimana cara menggunakan obat secara tepat, sehingga dapat memberikan efek terapi yang diinginkan:
1.Baca secara seksama informasi obat pada kemasannya, atau tanyakan kepada apoteker
Anda dapat menggunakan obat secara tepat dengan cara mengikuti informasi yang tertera dalam kemasan obat. Pada obat bebas dan bebas terbatas, informasi lengkap tentang obat itu tercantum dalam kemasan primer (kemasan yang kontak langsung dengan produk), seperti bentuk kemasan strip atau blister. Sedangkan pada obat keras, informasi lengkap tidak dicantumkan pada kemasan primer, tapi tercantum pada kemasan sekundernya, yaitu dalam leaflet atau brosur, karena obat keras memang hanya dapat diperoleh melalui resep dokter, sehingga dokter atau apoteker lah yang seharusnya menjelaskan secara detil tentang penggunaan obat tersebut. Sebagai pasien sebaiknya kita mulai membiasakan diri untuk mengetahui informasi tentang obat yang kita gunakan. Jika pasien merasa belum memahami maksud yang tercantum dalam informasi tersebut, maka pasien memiliki hak untuk meminta informasi obat, anda dapat bertanya secara langsung kepada apoteker, atau kepada Pusat Informasi Obat yang memberikan layanan informasi obat kepada masyarakat luas seperti PIO Nas Badan POM (Pusat Informasi Obat Nasional Badan POM)
2.Pastikan obat yang akan anda minum adalah benar, karena saya pernah menerima informasi, ada seorang pasien yang salah minum obat karena kemasan obat yang mirip.
3.Pastikan obat yang anda minum belum kadaluarsa
Obat yang sudah kadaluarsa tidak bisa di jamin mutunya bahkan boleh jadi ada hasil urai obat yang justru membahayakan, misalnya zat para-aminofenol yang merupakan hasil urai dari parasetamol (penurun demam) bisa menyebabkan kerusakan hati.
4.Minumlah obat dengan air putih, karena air putih bersifat netral.
Jika anda meminum obat dengan selain air putih, dikhawatirkan ada interaksi yang antara obat dengan zat yang terkandung dalam minuman sehingga dapat mengurangi efektifitas dari obat.
5.Perhatikan tempat penyimpanan obat, jangan biarkan obat terpapar panas/ cahaya matahari langsung, karena hal tersebut dapat menurunkan kualitas obat. Ikutilah petunjuk penyimpanan obat. Umumnya obat di simpan di tempat kering dan sejuk, tapi ada jenis obat tertentu yang harus disimpan di lemari es, seperti obat dalam bentuk suppositoria.
Kamis, 18 September 2008
SEDIAKAN KOTAK OBAT DI RUMAH ANDA
Yang namanya sakit, terkadang tidak pernah mengenal waktu. Sakit bisa menyerang kapan saja. Maka ada baiknya di setiap rumah disediakan kotak obat, khusus untuk pertolongan pertama. Terlebih lagi, jika rumah anda jauh dari sarana apotek atau toko obat.
Keputusan Menkes tentang Obat Wajib Apotik
Untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri ketika mengalami masalah kesehatan, maka diperlukan sarana yang dapat membantunya melakukan pengobatan sendiri secara tepat, aman dan rasional. Hal tersebut dapat dicapai melalui penyediaan obat yang dibutuhkan untuk pengobatan sendiri. Menimbang hal ini maka dikeluarkanlah Keputusan Menkes tentang Obat Keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh Apoteker di Apotik, yaitu KepMenKes No.: 347/MenKes/SK/VII/1990.
Apoteker yang melayani pasien yang memerlukan obat yang dimaksud, harus memenuhi ketentuan dan batasan tiap jenis obat per pasien (jadi tidak boleh seenaknya memberikan obat tersebut secara terus menerus tanpa batas), apoteker harus membuat catatan pasien dan obat yang telah diserahkan, serta harus memberikan informasi yang meliputi dosis, aturan pakai, kontra indikasi, efek samping yang perlu diperhatikan. Sebagai pasien anda pun harus aktif bertanya jika ada sesuatu hal yang belum anda pahami.
Dimana anda harus meletakkan kotak obat?
Kotak obat harus diletakkan pada tempat yang tidak mudah dijangkau oleh anak-anak serta dalam keadaan terkunci. Jangan biarkan terjadi kelalaian yang bisa membahayakan anggota keluarga anda. Obat adalah racun jika tidak digunakan pada kondisi yang tepat.
Obat apa saja yang perlu disiapkan
Obat yang perlu disiapkan di rumah anda adalah obat-obat dasar yang sifatnya hanya menghilangkan gejala. Berdasarkan Daftar Obat Wajib Apotik, maka obat-obat yang dapat anda sediakan diantaranya:
1.Golongan antipiretik (obat yang berfungsi untuk penurun demam) dan analgetik (penghilang nyeri). Contoh obat untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, yaitu parasetamol, metampiron, asam mefenamat, ibuprofen
2.Obat alergi
Misalnya anda merasa gatal-gatal karena alergi terhadap udara, alergi makanan. Maka anda dapat menggunakan antialergi seperti dexchlorpheniramine maleate atau sering disebut CTM, atau untuk alergi dan peradangan lokal dapat digunakan obat golongan steroid seperti betametason, deksametason
3.Obat saluran nafas
-Obat asma, diantaranya ketotifen, terbutalin sulfat
-Obat batuk
Untuk pengencer dahak dapat digunakan bromheksin atau ambroxol
4.Obat sariawan dan radang tenggorokan, contohnya hexetidine, vitamin C
5.Obat untuk ganggguan pencernaan
-Obat maag, contohnya antasida
-Obat mual, contohnya metoklopramid HCl
-Obat diare contohnya carbon aktif, oralit
-Obat untuk mengatasi konstipasi (susah buang air besar), contoh bisakodil
-Anti parasit (obat cacing), contoh mebendazol
6.Obat untuk menangani luka, seperti kena setrika, kena cipratan minyak panas
Ketika sedang memasak atau ketika sedang menyetrika secara tidak sengaja kulit kita seringkali terkena cipratan minyak dan panasnya setrika, sehingga kulit pun menjadi melepuh, dan perih. Untuk mengatasinya, dapat digunakan obat yang mengandung campuran ekstrak plasenta 10% dan neomisina sulfat 0.5%, di pasaran dapat diperoleh dengan nama dagang bioplacenton, obat ini berbentuk gel, dan dapat memberikan sensasi dingin, dan kelebihan lainnya, luka kita tidak meninggalkan bekas.
7.Obat memar, contohnya heparinoid atau heparin natrium dengan hialuronidase ester nikotinat
8.Obat anti jamur, untuk infeksi jamur lokal, contohnya mikonazol nitrat, nistatin
9.Obat untuk menangani luka terbuka
Sebaiknya anda menyiapkan antiseptic, seperti alcohol 95%, obat merah, heksaklorofene.
10.Alat kesehatan, contoh plester, perban, kapas, kasa
11.Obat-obat khusus untuk penyakit yang diderita oleh anggota keluarga, seperti asma, hipertensi, jantung, diabetes. Obat-obat untuk penyakit ini tidak boleh digunakan sembarangan, tetapi harus diperoleh berdasarkan resep dokter.
Jangan lupa, setiap anda akan mengkonsumsi obat, baca secara seksama informasi yang ada pada kemasannya, atau anda dapat membeli buku yang judulnya ISO, Informasi Spesialite Obat Indonesia, buku ini memuat banyak informasi tentang obat-obat yang ada di pasaran seperti informasi kandungan zat aktif, indikasi, kontraindikasi, efek samping, dosis, peringatan, perhatian sampai ke harga obat.
Senin, 15 September 2008
CATATAN MEDIS PRIBADI
Ketika anda berobat ke Rumah sakit, anda tentu pernah melihat dokter menulis berbagai macam keluhan yang anda utarakan pada kartu berobatnya. Kartu tersebut akan disimpan, dan jika anda berobat kembali maka kartu tersebut akan digunakan kembali.
Kebiasaan mencatata riwayat penyakit, dapat kita tiru untuk di aplikasikan di rumah. Ketika anda atau anggota keluarga anda, ada yang menderita sakit, maka jangan lupa anda buat catatan medis nya. Anda dapat membuat tabel yang mencantumkan waktu (jam, tanggal, bulan, tahun anda terserang sakit), keluhan/gejala penyakit yang anda rasakan, tindakan yang dilakukan (contohnya dilakukan fisioterapi, melakukan pemeriksaan lab), obat-obat yang diresepkan oleh dokter.
Menurut saya ada beberapa keuntungan ketika kita membuat catatan medis, diantaranya:
1.Dapat mengetahui secara jelas track record penyakit dari masing-masing anggota keluarga. Dari catatan tersebut, kita dapat mengetahui kecenderungan penyakit yang sering dialami. Informasi riwayat penyakit ini, sangat berguna untuk anda informasikan kembali kepada dokter sehingga dokter pun akan lebih mudah untuk menangani keluhan pasien
2.Mengetahui setiap berapa lama sekali kita terserang penyakit. Dengan mengetahui waktu timbulnya penyakit, maka kita pun akan lebih dapat menentukan sikap. Contohnya ada orang yang setiap 6 bulan sekali terserang flu karena terpengaruh kondisi pancaroba, atau ada orang-orang yang pada bulan-bulan tertentu terkena sakit. Apabila kita sudah tahu sejarah seperti itu, pada saat bulan/waktu-waktu yang diperkirakan kita akan terserang penyakit, kita akan lebih mempersiapkan diri untuk pencegahannya, misalnya dengan lebih meningkatkan pola hidup sehat, olahraganya lebih ditingkatkan, dan lebih banyak mengkonsumsi makanan bergizi
3.Mempermudah menentukan stock obat yang harus disediakan di dalam kotak obat di rumah kita. Jika anda sering terserang sakit flu, batuk maka anda dapat menyediakan jenis obat tersebut di rumah.
Sabtu, 30 Agustus 2008
OBAT DAN AIR PUTIH
Pernahkan anda memikirkan untuk meminum obat dengan teh manis, susu, minuman bersoda, jus jeruk atau minuman lainnya selain air putih?
Sebaiknya anda meminum obat dengan air putih, karena air putih bersifat inert, dibandingkan minuman tersebut diatas.
Tapi ada juga obat tertentu yang absorbsinya dapat lebih baik jika diminum dengan minuman tertentu, contohnya asetosal, yang sifatnya asam. Obat yang bersifat asam, absorbsinya dapat dibantu dengan minuman asam. Asetosal dapat diminum dengan air jeruk, tapi hati-hati karena iritasinya kuat, dapat menyebabkan anda mengidap maagh.
Tetrasiklin tidak boleh diminum bersama air susu karena mengandung kalsium, atau minuman lain yang mengandung magnesium atau ion besi, karena akan mengurangi absorbsi akibat pembentukan khelat (suatu komplek) yang tidak larut.
Obat yang termasuk kategori alkaloid, vitamin yang mengandung zat besi, jangan diminum dengan air teh, karena dalam teh terkandung tanin, dimana interaksinya dapat membentuk endapan yang tidak larut.
Obat-obat yang disalut enterik (obat yang akan pecah dalam suasana basa di usus), jangan diminum dengan air soda, karena ketika diminum dengan air soda maka obat akan pecah duluan di lambung. Obat yang disalut enterik bertujuan agar obat tidak mengiritasi lambung atau karena daya serap obat di usus lebih baik dibanding dalam lambung. Sehingga jika obat yang disalut enterik pecah di lambung, akibatnya bisa terjadi iritasi lambung atau efek obat menjadi hilang
Rabu, 06 Agustus 2008
PENENTUAN MASA EDAR OBAT
Sebelum membeli produk makanan di supermarket, anda pastinya terlebih dahulu akan memeriksa tanggal kadaluarsa barang yang akan di beli.. Begitu juga, ketika anda akan meminum obat, maka telitilah tanggal kadaluarsanya.Tapi tahukah anda, bagaimana caranya menentukan tanggal kadaluarsa suatu obat?
Penentuan kadaluarsa obat dilakukan melalui serangkaian pengujian yang disebut uji stabilitas obat. Selama penyimpanan ataupun transportasi, obat bisa mengalami perubahan secara fisik maupun kimia, sehingga diperlukan suatu uji stabilitas terhadap produk yang akan dipasarkan.
Definisi stabilitas
Stabilitas adalah kemampuan suatu produk untuk bertahan dalam batas yang ditetapkan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan
Definisi masa edar
Dari hasil uji stabilitas, maka kita dapat mengetahu masa edar dari suatu obat. Masa edar didefinisikan sebagai periode waktu yang ditetapkan pada tingkat konfidensi 95% bahwa dalam periode waktu tersebut produk tetap mengandung zat aktif tidak kurang dari batas bawah spesifikasi dari jumlah yang tertera pada label. Contohnya, suatu obat memiliki tanggal kadaluarsa Juli 2009, maka sampai Juli 2009 produk tersebut masih memenuhi syarat mutu. Jadi adanya tanggal kadaluarsa suatu obat merupakan jaminan mutu dari obat tersebut, jika suatu obat telah melewati batas daluarsanya maka tidak ada lagi jaminan terhadap mutu obat tersebut.
Bagaimana sih cara menentukan tanggal kadaluarsa suatu obat?
Uji stabilitas ini bertujuan untuk membuktikan bagaimana mutu zat aktif atau produk obat berubah seiring waktu, dibawah pengaruh faktor lingkungan seperti temperatur, kelembaban, dan cahaya.
Uji stabilitas sendiri ada 2 jenis, yaitu uji stabilitas dipercepat dan uji stabilitas jangka panjang. Pada uji stabilitas dipercepat, obat disimpan pada kondisi ekstrim di suatu lemari uji yang disebut climatic chamber, obat dalam kemasan aslinya dipaparkan pada suhu 40 ± 2oC dan kelembanban 75 ± 5% sedangkan uji stabilitas jangka panjang, obat dipaparkan pada suhu 25±20C dan kelembaban 60±5%. Pada bulan-bulan tertentu, obat yang disimpan dalam lemari climatic chamber (pada uji stabilitas dipercepat) maupun pada uji stabilitas jangka panjang, akan diuji kualitas fisika, kimia maupun mikrobiologinya. Data hasil pengujian tersebut akan diolah secara statistika, sampai akhirnya kita menemukan tanggal kadaluarsa (masa edar) secara kuantitatif, dan tanggal tersebutlah yang akan dijadikan patokan kadaluarsa obat yang nantinya harus dicantumkan dalam kemasan obat.
Minggu, 20 Juli 2008
AIR DAN KEHIDUPAN
Air merupakan komponen penting yang sangat diperlukan oleh manusia. Tanpa makanan, manusia masih dapat bertahan hidup sampai 8 minggu, tetapi tanpa air, manusia hanya dapat bertahan sampai beberapa hari saja. Oleh karenanya, kita sering melihat aktivis atau seseorang yang sedang memprotes suatu kebijakan pemerintah dengan cara mogok makan, bukan mogok minum. Kehilangan air sekitar 3 % saja dapat menyebabkan penurunan volume darah. Kehilangan 5% air, dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan orientasi. Kehilang 10 – 20% air dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem sirkulasi dan ginjal bahkan kematian.
Pada manusia dewasa, 60% berat badannya adalah air, prosentase ini lebih tinggi pada anak-anak dan akan semakin menurun dengan bertambahnya usia. Di dalam semua jaringan tubuh, jumlah air terdapat dalam perbandingan yang berbeda-beda. Walaupun jumlah dan distribusi air terkendali, tetapi air tidak dapat di simpan. Untuk menjaga homeostasis, maka jumlah air yang masuk dan keluar harus dijaga.
Air melaksanakan berbagai fungsi dalam tubuh melalui darah, air melakukan transpor makanan. Di dalam sel, air berfungsi sebagai media berlangsungnya reaksi kimia. Kebutuhan air untuk manusia dewasa, diperkirakan 1 mL untuk setiap kkalori energi atau ± 3 L/hari untuk pria dewasa dan ± 2.2 L/hari untuk wanita dewasa. Konsumsi ini diperoleh dari minum air atau air yang terdapat dalam makanan. Tetapi, kebutuhan ini dapat meningkat karena aktivitas, keringat, diet, dll.
Pada keadaan hamil dan menyusui, maka kebutuhan air akan meningkat. Pada kehamilan, diperlukan air yang lebih banyak karena volume darah juga meningkat, dihasilkan cairan amniotik dan tentunya fetus membutuhkan air dari ibunya. Pada saat menyusui, air yang dikeluarkan melalui ASI harus diganti melalui masukan yang lebih besar, untuk ibu yang menyusui, diperkirakan perlu tambahan sebanyak 750 mL/hari
Bayi memerlukan air yang lebih tinggi dari orang dewasa, karena ginjal bayi tidak dapat menahan konsentrasi urin yang pekat, sehingga kehilangan air pada bayi akan lebih besar dibandingkan orang dewasa, penyebab lainnya adalah karena perbandingan luas permukaan tubuh terhadap berat badan pada bayi dan anak-anak lebih besar daripada orang dewasa. Untuk bayi berusia 6 bulan memerlukan 1.5 mL air untuk setiap kkalori energi atau 750 mL/hari
.